Kritik ATM Beras, Dedi Mulyadi: Mestinya Kementan Libatkan Bulog

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan ATM Pertanian Si Komandan untuk mendapatkan beras gratis di Kodim 0501/Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2020. Setiap harinya tersedia 1,5 ton beras pada ATM tersebut yang diperuntukkan bagi 1.000 warga prasejahtera. Tempo/Tony Hartawan

    Warga menggunakan ATM Pertanian Si Komandan untuk mendapatkan beras gratis di Kodim 0501/Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2020. Setiap harinya tersedia 1,5 ton beras pada ATM tersebut yang diperuntukkan bagi 1.000 warga prasejahtera. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengkritik program ATM beras yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Menurut Dedi, program itu tidak terlampau efektif dan hanya merupakan produk ego sektoral dari Kementerian.

    "ATM beras enggak efektif. Prosesnya lama, harus pakai PIN dan sebagainya. Masyarakat enggak semua mengerti," kata Dedi dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Pertanian yang digelar secara virtual, Selasa, 28 April 2020.

    Dedi mengatakan, semasa menjadi Bupati Purwakarta dulu, ia pernah menjalankan program serupa. Namun, nyatanya program itu tidak bisa berjalan dengan baik di lapangan.

    Ketimbang meluncurkan ATM beras, Dedi menilai semestinya Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Perum Bulog. Sebab, kata dia, saat ini Bulog telah memiliki infrastruktur yang lengkap untuk mengantarkan logistik sampai ke level masyarakat.  "Jadi antar-kelembagaan ini jangan punya ego sektoral," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.