Kritik ATM Beras, Dedi Mulyadi: Mestinya Kementan Libatkan Bulog

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan ATM Pertanian Si Komandan untuk mendapatkan beras gratis di Kodim 0501/Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2020. Setiap harinya tersedia 1,5 ton beras pada ATM tersebut yang diperuntukkan bagi 1.000 warga prasejahtera. Tempo/Tony Hartawan

    Warga menggunakan ATM Pertanian Si Komandan untuk mendapatkan beras gratis di Kodim 0501/Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2020. Setiap harinya tersedia 1,5 ton beras pada ATM tersebut yang diperuntukkan bagi 1.000 warga prasejahtera. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menyatakan progam ATM beras merupakan hasil kerja sama antara kementeriannya dengan TNI dan sejumlah mitra lainnya. ATM beras ini digadang-gadang mampu menyelesaikan masalah ketersediaan pangan di level masyarakat.

    "Pada titik itu, salah satu yang menjadi masalah adalah ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat yang kurang mampu," kata Syahrul saat meluncurkan ATM beras di Depok, Ahad, 26 April 2020.

    Syahrul mengungkapkan ATM beras ini akan menyasar pihak-pihak yang belum mendapatkan manfaat bantuan sosial saat pandemi Covid-19. ATM beras yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian Kementan tersebut pun memiliki kapasitas muat 180 kilogram dengan waktu operasi selama 12 jam per hari.

    ATM beras diharapkan dapat membantu seribu penerima dalam sehari. ATM itu akan mengeluarkan beras dengan jumlah 1,5 kilogram beras per orang.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.