Corona, Anak Buah Luhut Salurkan Bantuan Alkes dari Taiwan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mulai melakukan distribusi pembagian bantuan alat kesehatan dari Ishihara Charity Foundation, sebuah yayasan kemanusiaan yang berbasis di Taiwan. Bantuan diberikan untuk menghadapi penyebaran wabah corona. Daftar sumbangan yaitu 15 set ventilator, 140.000 set APD, 20.000 alat pelindung wajah dan masker medis sebanyak 300.000 buah yang dipesan dari beberapa negara yaitu Kamboja, Filipina  dan Taiwan.

     “Semoga bantuan ini bisa memberi manfaat semaksimal mungkin dan digunakan oleh pihak yang memang membutuhkannya,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan pendistribusian di fasilitas pergudangan BNPB di Jakarta, Senin, 27 April 2020.

    Adapun distribusi yang dilakukan pada acara tersebut sebagai berikut: Jawa Timur menerima 50.000 masker medikal hijau, 3.000 pelindung wajah dan hampir 34.000 set berbagai tipe APD senilai total lebih dari Rp 3,5 miliar.

    Kota Bogor menerima 10.000 masker medikal hijau 600 pelindung wajah dan 6.500 set APD dengan total senilai hampir Rp 380 juta.   Kota Sukabumi menerima 10.000 masker medikal hijau 625 pelindung wajah 4.000 APD senilai total Rp 333 juta rupiah.  

    Lalu, BNPB menerima 20.000 masker medikal hijau, 2.000 pelindung wajah, dan 13.000 set APD senilai total Rp 1 miliar lebih. PB IDI menerima 30.000 masker medikal hijau,  25.000  pelindung wajah 13.000  APD senilai total lebih dari 971 juta. PBNU menerima 10.000  masker medikal hijau lebih dari 93 juta. Kawasan wisata Danau Toba juga menerima bantuan APD dengan nilai sekitar 300 juta.

    Salah satu pihak yang menerima dan akan menyalurkan bantuan yaitu Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam (Yakasaba). Bantuan yang diberikan berupa 2 set ventilator, 2800 face shield, 24.000 surgical masks, 2000 coverall with hood, 1500 high risk isolation gown, 4400 PE Isolation Gown, dan 5000 Bouffant Cap.

    Pembina Yakasaba, Arviyan Arifin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ishihara Charity Foundation. Menurut dia, bantuan ini sekaligus mempererat hubungan baik yang telah terjalin antara PT Bukit Asam Tbk dan Dragon Energy Group selama kurang lebih 15 tahun. Dragon Energy Group tak lain adalah perusahaan yang dimiliki Sean Ishihara, pimpinan Ishihara Charity Foundation.

    Selanjutnya, Yakasaba akan menyalurkan bantuan tersebut ke berbagai pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit dan BNPB. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung para tenaga medis yang menjadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir untuk menangani para pasien yang terpapar Covid-19.

    Sementara itu, Sean Ishihara meyakini hal terpenting dalam menghadapi wabah Covid-19 adalah dengan memberikan perlindungan kepada para tenaga kerja yang bekerja pada baris terdepan. 

    Kendati sulitnya memperoleh alat-alat kesehatan, tapi dengan dibantu jaringan global yang dimiliki, Ishihara Charity Foundation mampu mengadakan alat-alat tersebut dengan cepat. Sehingga, kata Ishihara, bantuan itu bisa segera menyalurkannya ke beberapa institusi penting di Indonesia, termasuk Yakasaba.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.