IHSG Diperkirakan Variatif Seiring Redanya Tekanan Harga Minyak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 22 April 2020, diprediksi bergerak variatif seiring meredanya tekanan dari harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang anjlok.

    Pada pukul 09.28 WIB, IHSG dibuka melemah 30,98 poin atau 0,69 persen ke posisi 4.470,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,7 poin atau 0,55 persen menjadi 663,93.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan membaiknya kembali harga minyak acuan berjangka West Texas Intermediate (WTI) dapat mengindikasikan tekanan bagi pasar bisa mereda kendati ketidakpastian pasar akibat pendemi Covid-19 tetap membayangi.

    "Diperkirakan IHSG bergerak mixed, terbuka peluang untuk menguat," ujar Alfiansyah.

    Pandemi Covid-19 mengakibatkan harga minyak pertama kali dalam sejarahnya diperdagangkan di kisaran negatif. Harga kontrak berjangka minyak mentah dunia turun hingga minus untuk pengiriman Mei, yang kontraknya berakhir pada perdagangan Selasa (21/4) kemarin.

    Minyak mentah berjangka WTI turun lebih dari 100 persen menjadi menetap di negatif 37,63 dolar AS per barel, yang berarti produsen akan membayar pedagang untuk mengambil minyak dari tangan mereka.

    Harga minyak jatuh dalam karena pengiriman banyak dibekukan akibat lockdown sebagai dampak dari pengendalian wabah Covid-19.

    Satu-satunya pembeli minyak berjangka untuk kontrak itu adalah entitas yang ingin secara fisik menerima pengiriman minyak seperti kilang atau maskapai penerbangan. Sedangkan untuk kontrak bulan berikutnya masih diperdagangkan di atas 20 dolar AS per barel.

    Penurunan harga minyak telah menggoyahkan pasar saham global serta berimbas bagi IHSG. Namun, dengan mulai terjadi apresiasi atas harga berjangka minyak WTI, diperkirakan dampak tekanan pasar dari faktor tersebut bisa mereda.

    Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 230,6 poin atau 1,2 persen ke 19.050,2, indeks Hang Seng melemah 181,2 poin atau 0,76 persen ke 23.612,4, dan indeks Straits Times melemah 30,21 poin atau 1,18 persen ke 2.521,71.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.