BEI Akan Luncurkan Insentif untuk Anggota Bursa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan relaksasi bagi para anggota bursa yang memiliki rata-rata modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di bawah Rp30 miliar atau mendekati batas minimum yang dipersyaratkan. 

    Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan saat ini otoritas tengah memantau AB yang memiliki MKBD mendekati batas minimum yang dipersyaratkan. Bahkan, pihaknya menyebut akan ada relaksasi yang akan dikeluarkan untuk menjaga kinerja sekuritas di tengah kondisi volatilitas pasar akibat penyebaran COVID-19.

    “Nanti akan ada relaksasi yang akan diumumkan pada saatnya,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis 2 April 2020.

    Laksono menyebut BEI sebelumnya telah mengeluarkan relaksasi berupa pelonggaran aturan haircut saham anggota indeks LQ45 dan non-LQ45. Menurutnya, kebijakan itu akan membantu sekuritas.

    “Supaya mereka bisa trading tanpa MKBD-nya menyentuh batas minimum,” jelasnya.

    Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25 persen atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusahaan.

    Dari data yang dihimpun Bisnis melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 21 sekuritas anggota bursa (AB) yang saat ini memiliki rata-rata MKBD di bawah Rp30 miliar hingga Kamis 2 April 2020, pukul 15:15 WIB.

    Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Sunandar menyampaikan penyesuaian nilai haircut diharapkan dapat merelaksasi pasar dan memberikan stimulus kepada Anggota Kliring. Dengan demikian, kapasitas yang dimiliki meningkat dalam bertransaksi di bursa.

    "Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan mendukung agar pasar tetap kondusif dan terlaksana secara teratur, wajar serta efisien," kata dia.

    Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan kondisi pasar saat ini tidak wajar. Budi menilai pemberian relaksasi saat ini terbilang masuk akal.

    “(Relaksasi yang memungkinkan) paling berupa pengurangan minimum MKBD untuk beberapa bulan,” ujarnya.

    Budi menyarankan agar beberapa perusahaan sekuritas kecil melakukan merger. Strategi itu dapat dilakukan apabila perseroan sering tidak dapat memenuhi batas MKBD minimum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.