CSIS Sebut 5 Pelajaran Penting dari Pengalaman Cina Hadapi Corona

Wisatawan mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar Cina di Beijing, 24 Maret 2020. Sejumlah objek wisata di Cina kembali dibuka seiring meredanya virus Corona di negara tersebut. Xinhua/Chen Zhonghao

TEMPO.CO, Jakarta - Head of China Study Unit, Center for Strategic an International Studies (CSIS) Veronika S. Saraswati mengatakan dalam dua bulan pertama di 2020, Cina telah mengambil langkah yang kuat dan terukur untuk membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Langkah-langkah yang diambil Cina ini pun diakui sebagai kebijakan yang tepat oleh World Health Organization (WHO).

“Pemerintah Cina menetapkan sejumlah kebijakan berdasarkan sains dan memperhatikan situasi yang berubah dinamis,” kata Veronika dalam pandangannya di laman resmi CSIS Indonesia, yang dikutip Tempo, Ahad, 29 Maret 2020.

Sampai hari ini, 657 ribu lebih manusia telah terinfeksi virus corona di semua penjuru dunia. Dari jumlah tersebut, 30 ribu lebih meninggal dan 137 ribu lebih berhasil disembuhkan. Di saat yang bersamaan, kasus di sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat dan Italia meningkat. Namun di Cina, pertumbuhan kasus virus corona justru semakin melambat.

Lebih lanjut, Veronika pun menjelaskan kebijakan yang diambil pemerintah Cina dalam menghadapi virus corona dan lima pelajaran yang bisa dipetik.

Pertama, Cina menggunakan pendekatan saintifik dalam mengatasi pandemi virus corona. Pemerintah Cina kemudian membentuk mekanisme kontrol untuk menyembuhkan para pasien dan memutus rantai penyebaran virus corona. Salah satu contoh yang baik adalah ketika Cina membangun dua rumah sakit khusus corona dalam waktu enam hari.

Kedua, Cina menerapkan kebijakan pencegahan dan kontrol yang sangat ketat. Dalam situasi pandemi, biasanya akan terjadi aksi panic buying. Namun, pemerintah Cina langsung membuat kebijakan yang terukur seperti melarang dunia usaha menaikkan harga kebutuhan sehari-hari. Mereka yang melanggar akan dikenai hukuman.

Ketiga, Cina tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah wabah virus corona. Meski pandemi ini memasuki masa puncak, namun pemerintah Cina tetap menjaga arus barang untuk kebutuhan penanganan corona dan kebutuhan sehari-hari tetap berjalan normal. Beberapa provinsi yang tidak terlalu terdampak seperti Shandong, kata Veronika, bahkan mendonasikan kebutuhan pangan untuk provinsi lain.

Keempat, pelajaran lanjutan yang bisa dipetik yaitu one-to-one assistance mechanism. Ketika terjadi penyebaran virus, partisipasi semua pihak dilibatkan dalam penanganan virus. Lewat strategi ini, satu provinsi harus membantu provinsi lain yang terdampak corona. Contohnya terjadi di provinsi Hubei, yang menjadi episentrum virus. “Setelah wabah muncul, 16 provinsi lain langsung membantu Hubei,” kata Veronika.

Kelima, kultur pekerja keras dan persatuan yang kuat dari sistem sosial di Cina menjadi dua variabel yang berpengaruh dalam kesuksesan penanganan wabah di Cina. Selain itu, kepatuhan dari masyarakat Cina untuk merespon instruksi pemerintah agar tetap di rumah, juga berkontribusi penting dalam mempercepat penanganan virus. “Tanpa kepatuhan ini, wabah mungkin akan terus memburuk di Cina.






Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

17 jam lalu

Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

Dua sumber menyebut pada Reuters kalau Cina kemungkinan akan mengumumkan 10 poin aturan pelonggaran Covid-19 yang baru.


Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

17 jam lalu

Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

Produsen otomotif asal AS itu memotong harga mobil listrik Tesla Model 3 dan Model Y hingga 9 persen di Cina sekaligus menawarkan insentif asuransi.


Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

19 jam lalu

Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

BYD Jepang berencana memperkenalkan dua model lagi pada akhir 2023 dengan mengandalkan lebih dari 100 dealer mobil di Jepang pada akhir 2025.


Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

1 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

1 hari lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

3 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

4 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

5 hari lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

5 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.