Corona, Warteg Jabodetabek Salurkan Makanan Gratis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual warung nasi atau warung tegal (warteg) melayani pembeli di Kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (8/10). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Penjual warung nasi atau warung tegal (warteg) melayani pembeli di Kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (8/10). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Tempo.Co, Jakarta - Aksi Cepat Tanggap merilis program Operasi Makan Gratis bersama sejumlah Warung Tegal alias Warteg di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk menyajikan bantuan makanan gratis setiap hari. Aksi itu diharapkan bisa membantu persoalan pendapatan para pemilik warteg dan pekerja harian yang mengalami dampak besar dari wabah Virus Corona alias COVID-19.

    "Masing-masing warteg akan memberikan seratus kupon kepada mereka yang akan menjadi beneficiaries program ini, ini terutama untuk pekerja harian yang pendapatannya terganggu karena wabah Corona, misalnya tukang ojek, pedagang sayur, penjaga perkir, hingga petugas kebersihan," kata Presiden ACT Ibnu Khajar kepada Tempo, Jumat, 27 Maret 2020.

    Hingga pagi hari tadi, ACT mencatat 51 Warteg di Jabodetabek siap menyalurkan makanan gratis tersebut. Ditargetkan, warteg yang bergabung dalam program itu mencapai seribu warung.

    Masing-masing warteg, tutur Ibnu, akan didampingi oleh relawan ACT untuk memastikan penerima manfaat lebih tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. ACT kini tengah mengupayakan agar program itu bisa terus berjalan hingga masa darurat Wabah Corona selesai. Adapun penyaluran makanan gratis itu sudah dilakukan sejak Jumat pekan lalu. "Tentunya kami berharap ada dukungan donasi publik kepada ACT agar program ini lebih lama hingga pemulihan ekonomi kalangan bawah berhasil."

    Dalam keterangan tertulis, Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, juga mengamini kondisi perekonomian yang cukup mempengaruhi keberlangsungan pengusaha Warteg sejak adanya wabah ini. “Warteg adalah sumber logistik dari kalangan yang berpenghasilan rendah, sejak zaman VOC. Perjuangan para pengusaha cukup menantang untuk kondisi wabah seperti saat ini,” kata dia.

    Untuk itu, Ketua Dewan Pembina ACT Ahyuddin berharap dengan kolaborasi itu, program bantuan makanan tersebut nantinya bukan hanya bermanfaat untuk masyarakat, namun juga pelau UMKM warteg. "Inilah cara kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa musibah ini juga menjadi cara untuk memasifkan kebaikan di tengah-tengah wabah," tutur dia. Selain operasi makan gratis, ACT juga akan menjalankan program beras gratis untuk warga prasejahtera dengan jumlah target sebanyak 100.000 kepala keluarga.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.