Pemda Ingin Tutup Bandara, Kemenhub: Wewenang Kementerian

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan APD dari pesawat B737-400 milik TNI AU di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 23 Maret 2020. Peralatan bermerek UPC asal Korea itu bukanlah pembelian dari Cina yang diambil oleh TNI AU pada akhir pekan kemarin. ANTARA/Fikri Yusuf

    Petugas memindahkan APD dari pesawat B737-400 milik TNI AU di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 23 Maret 2020. Peralatan bermerek UPC asal Korea itu bukanlah pembelian dari Cina yang diambil oleh TNI AU pada akhir pekan kemarin. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan bahwa penutupan bandara adalah sepenuhnya wewenang Kementerian Perhubungan. Pernyataan itu berkaitan dengan keinginan beberapa pemerintah daerah untuk menutup sementara bandara, guna mencegah penyebaran Virus Corona alias COVID-19.

    "Oleh karenanya, penutupan bandara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi," ujar Novie dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2020. Kendati demikian, ia memahami keinginan pemerintah daerah tersebut.

    Novie mengatakan evaluasi itu perlu dilakukan lantaran bandara merupakan obyek vital. Fasilitas bandara tidak hanya melayani penerbangan penumpang, namun juga angkutan kargo, logistik, dan pos, yang diperlukan masyarakat.

    Di samping itu, bandara juga memiliki fungsi sebagai landasan alternatif untuk penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional. Bandara juga diperlukan bagi enanganan evakuasi kesehatan atau medis, serta untuk mengangkut sampel pemeriksaan COVID-19.

    Pertimbangan lainnya juga, kata Novie, pelayanan navigasi penerbangan pun tak bisa ditutup lantaran layanan itu tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandar udara setempat, tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut. "Atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya."

    Penutupan ataupun larangan akan dilakukan bagi penerbangan niaga maupun penumpang demi mencegah penyebaran virus Covid 19, tutur Novie, pada prinsipnya dapat dilakukan. "Namun, tetap perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelum diberlakukan,” kata dia.

    Novie menambahkan, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X akan melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan pemda setempat serta seluruh stakeholder penerbangan. Dengan demikian, maksud pemda dapat dilaksanakan dengan baik dengan risiko operasional yang minimal.

    "Saya berharap dengan koordinasi dan komunikasi yang terus kami lakukan maka semua maksud baik kita bersama untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini dapat diatasi dengan baik " kata Novie.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.