Cegah Corona dengan Kamera Thermal Lebih Disarankan, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil skrining kamera thermal yang terkoneksi dengan CCTV. Dok. Jisung Protech

    Hasil skrining kamera thermal yang terkoneksi dengan CCTV. Dok. Jisung Protech

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI), Sanny Suharli menyatakan penggunaan kamera thermal di area publik lebih efektif bila digunakan ketimbang termometer tembak untuk mengetahui suhu tubuh seseorang yang diduga terjangkit virus Corona. Dengan kamera thermal, menurut dia, kemungkinan kontak lebih sedikit dan akurasi lebih tinggi untuk mencegah virus tersebut.

    Ia menyebutkan penggunaan kamera thermal lebih direkomendasikan juga karena bakal minim human error. "“Idealnya selama pembatasan aktivitas di ruang publik selama 14-28 hari ke depan, berbagai area penting seperti bandara, stasiun, pelabuhan, terminal hingga sekolah mulai memasang kamera thermal,” kata Sanny, Rabu, 25 Maret 2020.

    Penggunaan kamera thermal itu, menurut dia, juga bisa meningkatkan keamanan masyarakat. "Sekaligus mengantisipasi lonjakan aktivitas pada Ramadan dan Idul Fitri."

    Lebih jauh Sanny menjelaskan, kamera thermal merupakan salah satu hal yang tak kalah penting untuk meningkatkan upaya deteksi dini suhu tubuh di ruang publik atau tempat yang memiliki arus keluar masuk lebih dari 200 pengunjung.

    Adapun Presiden Direktur PT Professtama Teknik Cemerlang, Irwandi Salim mengatakan pihaknya telah menyediakan kamera thermal Jisung Protech. Produk ini menggunakan teknologi keamanan andal dari Korea Selatan.

    Irwandi menyebutkan, sepanjang Februari dan Maret ini ada peningkatan permintaan kamera thermal Jisung Protech lebih dari 10 kali lipat. Peningkatan permintaan ini tak lepas dari rekomendasi WHO untuk mengukur suhu tubuh sebagai langkah awal deteksi virus Corona. “Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan kamera thermal tepat sasaran dan efektif,” katanya.

    Salah satunya, kata Irwandi, adalah penggunaan kamera thermal dengan tingkat akurasi di bawah 0,5 derajat Celcius kemudian menempatkannya dalam jarak efektif. “Saat ini sudah ada kamera thermal yang bisa mendeteksi suhu secara akurat dalam jarak 1-2 meter persegi, seperti kamera thermal tipe W95 dari Jisung Protech. Bila perlu yang lebih canggih, ada kamera thermal Jisung Protech tipe D60 yang bisa mendeteksi dari jarak 3-10 meter persegi,” katanya.

    Ia juga menyarankan kamera thermal yang dipilih adalah yang memiliki layanan purna jual yang baik dan staf pelayanan terlatih. Kamera thermal juga sebaiknya terkoneksi dengan monitor dan CCTV, sehingga petugas dan pengunjung dapat melihat pengukuran suhu tubuh, namun alarm hanya dapat didengar oleh petugas.

    Selain itu, Irwandi meminta ketika ada pengunjung yang terdeteksi bersuhu tubuh tinggi di kamera thermal untuk segera ditindaklanjuti oleh staf terkait. "Staf melaksanakan pelaporan, pemeriksaan, larangan masuk, dan isolasi sesuai SOP,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.