Pandemi Corona, The Fed Tawari Pembiayaan Langsung ke Korporasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berhjalan di samping gedung bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, September 14, 2008.[REUTERS /Chip]

    Orang-orang berhjalan di samping gedung bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, September 14, 2008.[REUTERS /Chip]

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) meluncurkan kebijakan terbaru untuk menekan dampak wabah virus Corona terhadap perekonomian. Kebijakan itu menawarkan pembiayaan langsung kepada perusahaan-perusahaan yang terdampak wabah ini.

    Langkah tersebut dilaksanakan tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kongres Amerika Serikat yang tengah membahas upaya yang sama.

    Dilansir dari Bloomberg pada Selasa, 24 Maret 2020, saat ini para anggota Kongres AS tengah berdiskusi dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin untuk melakukan pembiayaan terhadap perusahaan di AS yang terdampak wabah virus Corona.

    Salah satu poin dalam kebijakan The Fed ini adalah Primary Market Corporate Credit Facility. Intinya bank sentral akan membeli obligasi langsung dari perusahaan yang menerbitkan atau memberikan pinjaman bagi perusahaan tersebut.

    Selain itu, The Fed juga akan memberikan batasan terhadap program pembelian kembali (buyback) saham atau pembagian dividen apabila perusahaan penerima bantuan memilih untuk tidak membayarkan kredit pinjaman yang telah diberikan.

    Kebijakan The Fed yang akan menjangkau korporasi dan juga usaha kecil ini menggambarkan dampak signifikan dari wabah virus corona terhadap perekonomian AS.

    Kepala Ekonom Pantheon Macroeconomics Ian Sheperdson mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah besar bagi The Fed yang ingin memastikan sektor bisnis tetap dapat berjalan di tengah terhentinya kegiatan ekonomi lain saat ini. "The Fed menempatkan diri sebagai jalan terakhir lembaga pemberi pinjaman langsung bagi seluruh kegiatan ekonomi, bukan hanya dari sisi keuangan saja,” katanya.

    Mantan Gubernur The Fed Laurence Meyer menilai kebijakan itu dapat menekan angka pengangguran di AS. Pasalnya, insentif ini memungkinkan perusahaan tetap dapat berjalan sehingga para karyawan tidak kehilangan pekerjaannya akibat dampak dari wabah ini.

    Meski demikian, sejumlah pihak menyebut kebijakan ini melangkahi kewenangan The Fed. Bekas Presiden The Fed di negara bagian Minneapolis Narayana Kocherlakota menuturkan, kebijakan The Fed merupakan hal yang tidak termaafkan karena telah melangkahi Kongres AS sebagai lembaga legislatif.

    Sementara itu, mantan Deputi Gubernur Bank of England Paul Tucker menambahkan keputusan The Fed untuk melangkahi proses politik akan menimbulkan masalah bagi Gubernur The Fed Jerome Powell dan para pejabat lainnya di kemudian hari.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.