Mentan Sebut Harga Gula dan Bawang Mahal Karena Panic Buying

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Bidakara Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2020.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Bidakara Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut harga sejumlah komoditas pangan, mulai dari gula pasir hingga bawang bombai yang tinggi dipengaruhi panic buying konsumen.

    "Terjadi panic buying dengan masalah yang ada. Dari data kita, sebenarnya ketersediannya ada sampai Mei, sampai Lebaran dan sementara saya perkuat," kata Syahrul saat ditemui di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

    Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat ini sudah mencapai Rp 16.650 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp 12.500 per kg.

    Sebelumnya, pemerintah menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

    Pangan utama dan strategis yang dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng.

    Dalam rentang waktu enam bulan ke depan (Maret-Agustus 2020), termasuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1441 H, proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis dipastikan aman.

    Sebagian besar pemenuhan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri, hanya komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih melalui impor.

    Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian mencatat telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton; di mana sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

    Sementara itu, untuk komoditas gula pasir, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk komoditas gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438.802 ton sebagai bahan baku gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi masyarakat.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut masih ada stok sekitar 160 ribu ton gula pasir di tingkat distributor. Kemendag pun menyatakan segera melakukan operasi pasar demi menahan laju kenaikan harga gula.

    Untuk komoditas bawang bombai yang saat ini harganya menyentuh Rp200.000--Rp250.000 per kilogram, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sebanyak 2.000 ton dari Selandia Baru.

    Untuk komoditas daging sapi/kerbau, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk impor daging kerbau sebanyak 25 ribu ton guna memenuhi kebutuhan  menjelang bulan puasa-Lebaran 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?