Bandara Adi Soemarmo Sempat Tutup 1,5 Jam Akibat Kabut Tebal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta api Bandara Adi Soemarmo melintas di jalur kereta api Stasiun Balapan Solo - Stasiun Bandara Adi Soemarmo saat uji coba di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Desember 2019. Rencananya, kereta bandara ini akan beroperasi 60 kali perjalanan pulang pergi dalam sehari.  ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Kereta api Bandara Adi Soemarmo melintas di jalur kereta api Stasiun Balapan Solo - Stasiun Bandara Adi Soemarmo saat uji coba di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Desember 2019. Rencananya, kereta bandara ini akan beroperasi 60 kali perjalanan pulang pergi dalam sehari. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Adi Soemarmo Boyolali sempat ditutup selama 1 jam 30 menit akibat jarak pandang yang terbatas karena kabut tebal pada Kamis, 12 Maret 2020 sekitar pukul 06.00 WIB hingga 07.30 WIB. Penutupan sementara ini lantaran jarak pandang hanya 800 meter karena kabut tebal.

    Humas Bandara Adi Soemarmo, Danardewi, mengatakan bandara sempat ditutup selama 90 menit lantaran jarak pandang yang terbatas. Alhasil, kondisi ini berdampak pada sejumlah penerbangan.

    “Pada pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 07.30 WIB bandara ditutup karena jarak pandang hanya 800 meter. Sekarang penerbangan sudah dibuka kembali setelah adanya kabut tebal yang membuat jarak pandang terbatas,” ujarnya Kamis, 12 Maret 2020.

    Danar menambahkan penutupan tersebut berdampak pada keterlambatan penerbangan keberangkatan. Sementara penerbangan terdampak adalah Lion JT 531 rute SOC – CGK yang sedianya berangkat pada pukul 06.10 WIB dan Lion JT 924 rute SOC- DPS dengan jadwal keberangkatan pada pukul 06.00 WIB.

    “Kini kedua pesawat sudah terbang, yakni untuk rute SOC – DPS akhirnya berangkat pukul 08.07 WIB dan SOC – CGK pada pukul 08.19 WIB,” katanya.

    Pada Selasa pagi, 3 Maret 2020, Bandara Adi Soemarmo juga sempat ditutup lantaran erupsi Gunung Merapi. Otoritas Bandara Adi Soemarmo memutuskan menutup sementara penerbangan sebagai dampak adanya hujan abu vulkanis Gunung Merapi yang mengalami erupsi, Selasa, 3 Maret 2020.

    Penutupan ini berdampak pada penerbangan domestik yang harus ditunda. Ada tiga penerbangan yang terdampak penutupan bandara kala itu. Ketiganya adalah Lion Air JT534 rute SOC – CGK, Garuda Indonesia rute CGK – SOC, dan Air Asia rute DPS – SOC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.