Pengelola Dana Haji Ingin Tambah Porsi Saham di Bank Muamalat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Muamalat. TEMPO/Dinul Mubarok

    Bank Muamalat. TEMPO/Dinul Mubarok

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan lampu hijau kepada Al-Falah sebagai calon investor. Konsorsium bentukan Ilham Habibie bersama CP5 Hold Co 2 Limited itu akhirnya direstui oleh otoritas untuk menyuntikkan dana ke Bank Muamalat.

    Menurut Dirut Bank Muamalat Achmad K. Permana, kemampuan Al-Falah dalam penyuntikan modal pada tahun ini sampai Rp 3,2 triliun. Adapun kebutuhan modal untuk tier satu perusahaan hanya sebesar Rp 2 triliun.

    Sesuai dengan risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Desember 2019, Bank Muamalat akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 32,9 miliar lembar saham.

    Dengan asumsi harga Rp100 per lembar saham berarti dana yang dikumpulkan senilai Rp 3,2 triliun. "Nah, di investor nanti akan menentukan apa mau langsung Rp 3,2 triliun atau ditambah dengan subdate modal tier dua. Yang jelas, tier satu Rp 3,2 triliun," kata Permana, baru-baru ini.

    Angka ini cukup mendekati dengan permintaan OJK yang sebelumnya meminta dana disetor minimal Rp 4 triliun. Angka tersebut adalah separuh kebutuhan tambahan modal Bank Muamalat yang menurut taksiran OJK sebesar Rp 8 triliun.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H