Banjir Jakarta, Pasokan Beras Bulog Sempat Terganggu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tempo.Co, Jakarta - Pasokan beras milik Perum Bulog sempat mengalami gangguan akibat banjir yang menerjang Jakarta dan sekitarnya pada Selasa, 25 Februari 2020. Salah satunya karena akses jalan menuju Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tergenang oleh banjir.

    "Iya sempat beberapa saat, tapi nggak lama," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, yang akrab disapa Buwas, saat meninjau gudang Bulog ini pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Selasa kemarin, hujan deras menerjang Jakarta dan sekitarnya dan menyebabkan banjir di sejumlah titik. Di sisi lain, gudang Bulog di Kelapa Gading ini merupakan titik penyimpanan pusat, untuk masyarakat Jakarta dan Banten.

    Buwas memastikan pihaknya telah memprediksi cuaca buruk ini. Sehingga, sebagian stok beras dipindah ke gudang terdekat di kantor pusat Bulog di Kuningan, Jakarta Selatan. "Sudah kami siapkan di sana untuk kalau kita mau stabilisasi di wilayah kota," kata dia.

    Meski jalan akses tergenang banjir, Buwas bersyukur karena gudang Bulog tidak ikut kebanjiran. Bulog, kata dia, juga sudah menyiapkan sejumlah pompa, untuk mengantisipasi jika banjir sampai masuk ke gudang mereka.

    Tapi di hari banjir, pendistribusian beras mau tidak mau mengalami sedikit keterlambatan, meski tidak semuanya. Sehingga, Bulog pun mengirim beras mereka menggunakan truk TNI. "Kami kerja sama dengan TNI, dengan perahu karetnya TNI sekaligus evaluasi korban banjir. Kami juga men-drop bahan makanan termasuk beras," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara