Kementerian Koperasi Beri Modal Rp 1,4 M untuk 21 Pengusaha Papua

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 21 pengusaha muda asal Papua mendapat uang senilai Rp 1,44 miliar untuk mengembangkan usaha mereka. Uang itu berasal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

    “Nanti koperasi yang akan menyalurkan,” kata Direktur Utama PT Papua Muda Inspiratif yang juga Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, usai bertemu dengan Menteri Koperasi Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Masing-masing akan menerima besaran uang yang berbeda, tergantung ukuran bisnisnya. Paling kecil, satu orang akan mendapat uang Rp 12 juta. Mereka merupakan pengusaha muda yang berasal dari Jayapura, Raja Ampat, Wamena, hingga daerah lainnya. Usahanya beragam, mulai dari kuliner, kosmetik, hospitality, eco tourism, sampai aplikasi digital.

    Sepanjang 2020, kementerian memang memiliki uang Rp 1,85 triliun untuk disalurkan ke pengusaha kecil dan menengah. Di sisi lain, Kementerian ingin memprioritaskan penyaluran dana ini lewat koperasi. Tujuannya agar koperasi di Indonesia bisa produktif, memiliki daya saing, mandiri dan modern.

    Kementerian pun bekerja sama dengan Papua Muda Inspiratif yang dipimpin Billy. Sebanyak 308 pengusaha muda pun dikumpulkan. Dari jumlah tersebut, proses kurasi dilakukan dan terpilihlah 21 pengusaha muda yang sudah menjalankan bisnisnya 1 sampai 2 tahun. “Kami lihat konsistensi mereka dulu, baru kami pilih,” kata Billy.

    Meski demikian, 308 pengusaha muda ini tetap akan dilatih dan diberikan dana hibah kementerian. Jika konsisten selama 5 tahun, kata Billy, maka akan ada 1500 pengusaha muda yang bisa dilatih. Jika saja satu pengusaha merekrut 10 orang saja, maka akan ada 15 ribu lapangan kerja baru yang berhasil dibuka dengan upaya pelatihan dan pendanaan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.