Pemerintah Diminta Terbitkan Rekomendasi Impor Hortikultura

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengecek kesiapan produksi bawang merah dan cabai di Jawa Tengah, Kamis, 12 April 2018.

    Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengecek kesiapan produksi bawang merah dan cabai di Jawa Tengah, Kamis, 12 April 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Harian Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar (Aseibssindo) Hendra Juwono meminta agar pemerintah segera mengeluarkan rekomendasi impor produk hortikultura (RPIH) dan surat persetujuan impor (SPI) untuk produk buah dan sayuran. Pasalnya kata Hendra, saat ini telah terjadi lonjakan harga buah dan sayur impor hingga 30 persen jika dibandingkan Desember tahun lalu. 
     
    "Kami berharap pemerintah segera menerbitkan RPIH dan SPI untuk  menstabilkan harga bahan-bahan makanan dan juga memohon semua pihak yang berwajib untuk menelusuri proses prosedural aplikasi izin impor," ujar Hendra kepada Tempo, Senin 17 Febrauari 2020. 
     
    Hendra mengatakan setidaknya sudah ada sekitar 30 perusahaan yang mengajukan rekomendasi impor hortikultura yang mana dokumen pendukungnya sudah diverifikasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2019. Namun, Hendra menuturkan masih ada penundaan penerbitan izin impor lantaran masih menunggu instruksi Menteri Pertanian. 
     
    Menurut Hendra, pada 17 Januari lalu pemerintah juga telah menerbitkan hanya menerbitkan RPIH dari Amerika Serikat (AS). Itu pun, kata dia, RPIH hanya untuk tiga perusahaan importir dari total 23 perusahaan yang aplikasinya sudah terverifikasi pada saat itu.  Pada 7 Februari lalu, Kementan juga telah menerbitkan RPIH khusus untuk impor bawang putih kepada sepuluh perusahaan importir bawang putih.  
     
    "Akibatnya harga-harga buah-buahan sayuran sudah melambung tinggi dan pasti akan lebih tinggi lagi karena stok yang ada di gudang para importir itu hanya dari impor yang tiba pada Desember dan kebanyakan sudah tidak ada stok sama sekali," tutur Hendra. 
     
    Hendra mencatat adanya kenaikan harga hingga 30 persen dari Desember ke Januari. Tingginya harga hortikultura juga berdampak pada turunnya penjualan buah impor hingga 25 persen. Penurunan penjualan diperkirakan masih akan berlanjut selama rekomendasi impor tidak dikeluarkan.
     
    Selain Cina, rekomendasi impor hortikultura yang diharapkan adalah Australia, Selandia Baru, Pakistan, Mesir, Thailand, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Turko, dan Afrika Selatan. 
     
    "Kami belum dapat penjelasan resmi dari Kementan sama sekali, hanya diinformasikan sedang diproses," tutur Hendra. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.