Indosat PHK 677 Karyawan, Ini Dugaan Serikat Pekerja

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Indosat ooredoo di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

    Gedung Indosat ooredoo di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Humas dan Media Serikat Pekerja Indosat periode 2019-2021 Ismu Hasyim memiliki pendapat tersendiri ihwal pemutusan hubungan kerja atau PHK yang terjadi di tubuh Indosat Ooredoo. Dia melihat PHK terhadap 677 karyawan ini berawal dari ketidakpercayaan Ooredoo Group terhadap kapasitas SDM lokal. 

    Ismu menduga, direksi Indosat Ooredoo tak yakin bahwa dengan SDM lokal seperti saat ini perusahaan akan dapat memenangi kompetisi dalam persaingan bisnis industri telekomunikasi di Indonesia. Padahal, kata dia, justru sangat banyak tenaga lokal yang kompeten dan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

    "Dominasi campur tangan Ooredoo Group yang kuat dalam mengelola Indosat seringkali membuat kebijakan berpola top down," kata Ismu saat dihubungi, Ahad, 16 Februari 2020.

    Ooredoo Group, kata dia, merupakan pemegang saham terbesar yang sangat mengendalikan kebijakan perusahan. Ooredoo juga banyak menempatkan tenaga asing hampir di semua level pengambil kebijakan perusahaan.

    Ismu melihat indikasinya, PHK dan Managed Service itu dilakukan secara top-down. "Sedangkan job evaluation, kami lihat baru akan dilakukan bulan-bulan mendatang pasca pengisian score card," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.