Nara Hotel Batal Melantai di Bursa, Duit Investor Dikembalikan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Tempo.Co, Jakarta - Bursa Efek Indonesia membenarkan PT Nara Hotel Internasional Tbk batal melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau IPO. "Kalau tidak salah IPO NARA itu dibatalkan ya," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Wisma Mulia 2, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Inarno mengatakan ada yang kurang transparan atau kurang terbuka dari proses penawaran umum saham tersebut. Diharapkan, dengan adanya penawaran umum perdana kembali nanti, prosesnya bisa lebih bagus. "Itu saja, jadi harapannya bisa lebih transparan prosesnya."

    Di dalam surat resmi perseroan, PT Nara Hotel Internasional Tbk mengumumkan bahwa setelah rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan perseroan akan mengembalikan penawaran umum perdana saham pada Senin, 17 Februari 2020 dan penawaran umum akan dijadwalkan kembali di lain waktu. Pengumuman serupa juga disampaikan underwriter Nara Hotel, PT Magenta Kapital Sekuritas Indonesia.

    Sebelumnya, BEI bersama OJK telah melakukan pemeriksaaan secara mendalam terhadap Nara Hotel dan PT Magenta Kapital Sekuritas selaku penjamin efek emisi efek terkait persoalan tersebut. Dilansir dari Bisnis, polemik soal IPO Nara Hotel mencuat ketika para investor meminta otoritas menunda pencatatan saham perseroan. Penundaan itu diminta karena ada dugaan penipuan terhadap para investor.

    Kala itu, Direktur Utama Nara Hotel Internasional Daniel Sulaiman mengatakan tata cara pemesanan pada surat penawaran umum pada 3-4 Februari 2020 sudah memenuhi syarat dan peraturan yang berlaku.

    Pasalnya, setiap calon investor mengisi surat Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) dan persyaratan administratif lainnya, serta mememuhi syarat pembelian saham dengan melengkapi kelengkapan administrasi dan menyetorkan sejumlah dana sesuai dengan saham yang dipesan.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.