Dirut BEI: Virus Corona Hanya Berdampak Jangka Pendek ke Bursa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi angkat bicara soal penyebaran Virus Corona di seluruh dunia yang dikhawatirkan mempengaruhi portofolio di bursa efek domestik dan global dalam jangka pendek. 

    "Memang keduanya ada pengaruhnya secara jangka pendek, tapi secara jangka panjang belum ada wabah global yang berpengaruh terhadap Investasi," ujar Inarno, Selasa, 28 Januari 2020. 

    Inarno menilai meluasnya penyebaran virus tersebut tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Terlebih karena berkaca di kasus-kasus sebelumnya, virus global flu burung dan SARS tidak memiliki dampak jangka panjang terhadap investasi portofolio.

    Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan dari pantauannya belum ada perubahan tren pergerakan arus investasi terkait dengan wabah virus ini. Ia menduga pola baru yang timbul akibat kemunculan Virus Corona baru akan nampak ketika data perizinan sudah lengkap pada Februari mendatang.

    "Virus Corona belum berdampak terhadap investasi. Untuk sekarang tren investasi pada Januari masih normal," ujar Bahlil.

    Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). 

    Sementara itu, virus yang ditemukan di Cina adalah Novel coronavirus (2019- nCoV). Ini merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. 

    Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia).  Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti  menginfeksi manusia.

    Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi Virus Corona antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia,  sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.