DPR Minta Asabri Kejar Utang Benny Tjokro Dan Heru Hidayat

Reporter

Aktivitas pelayanan nasabah PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. Setidaknya ada 15 temuan, termasuk potensi kerugian negara akibat pembelian saham yang tidak likuid oleh Asabri. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Rudi Hartono Bangun menyatakan direksi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) harus mampu menagih utang dari sejumlah pihak untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Rudi mengatakan direksi Asabri harus memastikan utang dari grup BennyTjokro dan Heru Hidayat senilai Rp10,9 triliun dapat kembali ke kantong perseroan. Hal tersebut menjadi penting karena pada 2019 perusahaan asuransi pelat merah ini mengalami unrealized loss investasi senilai Rp 4,94 triliun.

"Yang harus dilakukan, dirutnya (Asabri) harus menagih serta melaporkan Benny dan Heru. Kalau dibiarkan berarti direksi ada main mata dengan Benny dan Heru," ujar Rudi, Kamis, 30 Januari 2020.

Rudi menilai jika direksi tidak mampu menagih utang tersebut maka uang prajurit TNI, Polri, dan ASN Kementerian Pertahanan bisa menjadi tidak jelas nasibnya. Oleh karena itu diperlukan langkah tegas dari direksi, termasuk perlu adanya berbagai upaya penyehatan.

Menurut dia, Asabri dapat menjual sejumlah aset atau mencari pendanaan untuk menambal kondisi keuangan yang negatif. Pada 2019, Asabri mencatatkan risk based capital (RBC) -571,17 persen dan diperkirakan akan membengkak pada 2020 menjadi -643,49 persen.

Selain itu, dia pun menyatakan bahwa DPR akan memanggil sejumlah pihak yang bertanggung jawab atas anjloknya kinerja Asabri, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya, Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja menjelaskan bahwa terdapat penurunan kinerja saham grup bisnis yang dimiliki oleh Benny, yakni PT Hanson International Tbk. (MYRX) serta grup milik Heru yakni PT Trada Alam Minera (TRAM), PT Inti Agri Resources (IIKP), dan PT SMR Utama (SMRU).

Utang investasi saham dari Benny Tjokro tercatat senilai Rp 5,1 triliun sedangkan dari Heru Hidayat senilai Rp 5,8 triliun. Uang dari keduanya, menurut Sonny, akan digunakan untuk pemulihan penurunan nilai aset saham Asabri.

"Penurunan ini terjadi karena nilai saham dan reksa dana yang menurun, khususnya paling besar karena dari dua orang itu, dari Rp400–500 tinggal Rp50 perak. Tanggung jawab beliau sudah kami mintakan pada pertengahan 2019 ketika sahamnya semakin menurun, tidak ada recovery," ujar Sonny dalam rapat di Komisi XI DPR, Rabu, 29 Januari 2020.






Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

7 jam lalu

Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan membeberkan pandangannya soal layanan BPJS Kesehatan yang belakangan memicu kontroversi.


Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

2 hari lalu

Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

Kemenhub menyampaikan bahwa ketentuan terkait penyesuaian tarif ojek daring (online) akan ditetapkan oleh Gubernur.


Lima Kiat Siapkan Keuangan di Masa Sulit

5 hari lalu

Lima Kiat Siapkan Keuangan di Masa Sulit

Kondisi sulit tidak bisa diduga. Mempersiapkan keuangan dapat mengurangi dampak buruknya.


Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

6 hari lalu

Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

Pemerintah akan segera menerbitkan beleid yang mengatur ketentuan kombinasi biaya perawatan asuransi kesehatan BPJS Kesehatan dan swasta.


Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

6 hari lalu

Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

Kolaborasi pembayaran antara BPJS Kesehatan dan asuransi swasta telah dibahas sejak awal tahun ini.


Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

7 hari lalu

Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

Gempa Cianjur kembali mengingatkan pentingnya masyarakat memiliki asuransi bencana alam, salah satunya asuransi gempa bumi.


Volodymyr Zelensky Dikritik soal Amandemen Pengawasan Keuangan

8 hari lalu

Volodymyr Zelensky Dikritik soal Amandemen Pengawasan Keuangan

Volodymyr Zelensky dianggap memupuskan harapan Ukraina gabung Uni Eropa setelah menanda-tangani amandemen pengurangan pengawasan keuangan.


Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

14 hari lalu

Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama, mengatakan memilih asuransi jangan seperti membeli kucing dalam karung. Apa maksudnya?


Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

16 hari lalu

Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

Klaim santunan dan asuransi pohon tumbang terbagi untuk kendaraan roda dua atau empat, korban luka atau meninggal serta kerusakan bangunan.


Jangan Nikahi Laki-laki dengan 10 Ciri Berikut

17 hari lalu

Jangan Nikahi Laki-laki dengan 10 Ciri Berikut

Bagi perempuan, sangat dianjurkan untuk memilih laki-laki yang tepat sebagai pasangan hidup. Lebih baik hindari laki-laki dengan ciri berikut ini.