Pengusaha Sebut Iklim Investasi dan Bisnis Belum Membaik

Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

 

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2019 sebesar Rp 809,6 triliun, melebihi target realisasi investasi tahun sebelumnya sebesar Rp 792 triliun. Meski begitu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha belum merasakan perubahan iklim investasi dan iklim usaha yang signifikan.

Shinta mengatakan justru yang terjadi sebaliknya, yaitu adanya peningkatan beban tenaga kerja dan beban produksi lain. Di saat bersamaan, peningkatan permintaan global dan permintaan pasar belum meningkat secara signifikan. "Regulasi investasi juga masih belum berubah secara signifikan karena omnibus law belum ditetapkan dan dijalankan," ujar Shinta kepada Tempo, Rabu 29 Januari 2020. 
 
Menurut dia, regulasi saat ini masih membuat beban biaya usaha di Indonesia menjadi lebih besar. Imbasnya, iklim usaha dan investasi di Indonesia menjadi tidak lebih kompetitif dibanding negara-negara tetangga. Shinta berharap pemerintah segera menyelesaikan pekerjaan rumah agar arus investasi menjadi lebih lancar dan pertumbuhan ekonomi nasional lebih merata di seluruh Indonesia.
 
Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan pemerintah sudah belajar banyak dari kegagalan paket kebijakan yang lalu untuk menggenjot investasi. Ujungnya, pemerintah merencanakan mengeluarkan  omnibus law dengan tujuan utama meningkatkan investasi. Piter berharap semua tumpang tindih aturan dan undang-undang yang selama ini menghambat investasi diselesaikan dengan cepat lewat omnibus law. 
 
"Dengan asumsi omnibus law akan berjalan efektif, investasi tahun ini akan meningkat signifikan," kata Piter. 
 
Namun demikian perlu jadi catatan bahwa kenaikan investasi yang besar tidak selalu sejalan dengan kenaikan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Catatan lainnya adalah selama ini investasi kita cenderung mahal tapi tida k efektif menciptakan kegiatan ekonomi. "Selama ini Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kita terlalu tinggi. Ini harus diperhatikan," ujar Piter. 
 
Ekonom Bank Permata Josua Pardede berharap rencana penyelesaian rancangan omnibus law perpajakan dan cipta lapangan kerja bisa menjadi landasan untuk kebijakan stimulus-stimulus yang lain dan mendorong investasi di Indonesia. Kebijakan omnibus law perpajakan misalnya, diharapkan dapat menjadi landasan hukum untuk stimulus pajak berikutnya yang menjadi salah satu alat pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Selain itu, omnibus law cipta lapangan kerja juga diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengurangan birokrasi dan aturan yang memberatkan investasi di Indonesia. Selain itu, pembenahan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta mendorong pembahasan manajemen perusahaan --dari sebelumnya super holding menjadi subholding, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan BUMN. "Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Josua. 
 
Josua mengatakan ada beberapa kebijakan yang dirasakan cenderung mempengaruhi daya beli masyarakat dan berpotensi mendorong peningkatan inflasi harga diatur pemerintah. Untuk itu, pemerintah dinilai harus terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga. "Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah dapat selaras dan sinkron sehingga dapat efektif memberikan stimulasi bagi perekonomian," kata Josua. 
 
Selain itu, Josua mengatakan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) juga perlu diperkuat dengan peningkatan produktivitas belanja negara serta peningkatan optimalisasi penerimaan negara terutama penerimaan pajak. Selain itu, pemerintah perlu mempercepat pelaksanaan program kerja prioritas sehingga dapat memenuhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
 
Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-73 atas kemudahan berusaha (Ease of Doing Business atau EoDB)  dibuat oleh Bank Dunia. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia bisa naik ke peringkat 50 besar EoDB) pada 2023. Pada 2021, Bahlil menargetkan Indonesia menduduki posisi ke-60.
 
"BKPM telah melakukan konsolidasi internal dengan seluruh kementerian yang terkait dengan izin-izin yang menjadi syarat utama yang disorot oleh bank dunia," ujar Bahlil. 
 





KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

1 hari lalu

KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

Pengelola KEK Nongsa Batam sudah bisa mengundang investor untuk masuk dan mengembangkan kegiatan yang ada di dalamnya.


Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

1 hari lalu

Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah Arab Saudi bisa berinvestasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur par


21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

2 hari lalu

21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

Ketertarikan tersebut terlihat dari hasil pertemuan Otorita IKN dengan perwakilan dari 21 negara Uni Eropa sebelumnya.


Bahas Kepemilikan Lahan di IKN, Bahlil: Harus Ada Tawaran Menarik bagi Investor

2 hari lalu

Bahas Kepemilikan Lahan di IKN, Bahlil: Harus Ada Tawaran Menarik bagi Investor

Bahlil Lahadalia menampik soal persepi mengemis investor dalam revisi Undang-Undang Ibu Kota Nusantara (UU IKN) ihwal kepemilkan lahan dari 90 tahun menjadi 180 tahun.


Bahlil Lahadalia: Saya Janji Sampai Akhir 2022, Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai

2 hari lalu

Bahlil Lahadalia: Saya Janji Sampai Akhir 2022, Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai

Bahlil Lahadalia mengatakan total investasi tercatat hingga sekarang mencapai 890 triliun lebih.


Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

2 hari lalu

Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

Ungkapan kill or to be killed oleh Luhut saat pemaparan kondisi investasi di Indonesia mengingatkan pada lirik lagu grup musik asal Inggris, Muse.


Ford Tambah Investasi Mobil Listrik Rp 2,7 Triliun di Inggris

3 hari lalu

Ford Tambah Investasi Mobil Listrik Rp 2,7 Triliun di Inggris

Pabrik mobil di Halewood memainkan peran yang sangat penting sebagai investasi pertama Ford dalam manufaktur komponen mobil listrik di Eropa.


Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

3 hari lalu

Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

Saham GOTO kembali memberatkan pergerakan IHSG dengan penurunan hingga auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022.


Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

3 hari lalu

Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

Luhut Pandjaitan optimistis Tesla akan berinvestasi di Indonesia. Investasi mobil listrik di Cina disebutnya lebih mahal.


Kementerian PUPR Sebut 1.400 Hektar Lahan IKN Diminati Investor

3 hari lalu

Kementerian PUPR Sebut 1.400 Hektar Lahan IKN Diminati Investor

Kementerian PUPR menyatakan peningkatan minat investasi di IKN mencapai 40 kali lipat sejak dilakukan jajak pasar pada 18 Agustus dan 22 Oktober 2022.