RS Lamongan dan Blora Siap Terima Pasien Terduga Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga pasien menunggu di depan ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Seorang pria asal Hunan, Cina berinisial YP (39 tahun) diduga terinfeksi Virus Corona (nCoV) dengan gejala demam tinggi disertai batuk. ANTARA/Olha Mulalinda

    Sejumlah keluarga pasien menunggu di depan ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Seorang pria asal Hunan, Cina berinisial YP (39 tahun) diduga terinfeksi Virus Corona (nCoV) dengan gejala demam tinggi disertai batuk. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Lamongan-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan, Jawa Timur dan RSUD dr R Soetijono, Blora, Jawa Tengah, siap menerima pasien terduga (suspect) virus Corona. 

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr Taufik Hidayat, pihaknya siap menerima pasien suspect virus Corona. Nantinya akan disiapkan tempat khusus, yaitu di RSUD dr Soegiri Lamongan.”Tentu kita siap,” ujar dia sebagaimana dikutip Pjs Kabag Humas Pemkab Lamongan, Arief Bachtiar pada Tempo, Senin 27 Januari 2020.

    Pemerintah  Lamongan berupaya melakukan antisipasi terkait penyebaran virus berbahaya yang belum ditemukan penawarnya ini. Apalagi dengan lokasi Lamongan dengan 27 kecamatan dan 462 desa dan 12 kelurahan. Lokasi kabupaten ini, juga sebagian berada di pesisir pantai utara, tepatnya di Kecamatan Paciran dan Kecamatan Brondong. Secara geogragis, Lamongan juga salah satu perbatasan Kabupaten Gresik yang merupakan pintu masuk Kota Surabaya.”Jadi, tentu kami terus pantau,” kataArief.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto menyatakan sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah, bisa menjadi rujukan untuk perawatan pasien suspect virus Corona. “Termasuk rumah sakit di Blora siap menerima pasien terduga atau suspect virus Corona,” ujarnya.

    Meski demikian, hingga sekarang ini, belum ada dugaan kasus virus Corona di wilayah Lamongan maupun Blora.

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan sejauh ini tidak ada dampak wabah virus Corona terhadap perdagangan Indonesia dan Cina. Menurut Agus, permintaan produk dari Cina masih sangat besar dengan jumlah penduduknya yang mencapai 1,7 miliar penduduk. 

    Sujatmiko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.