Menhub Pesan 100 Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik KIA. (Antara/KIA Motors)

    Mobil listrik KIA. (Antara/KIA Motors)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kementeriannya akan memesan setidaknya 100 unit mobil listrik untuk dijadikan kendaraan dinas.

    "Iya (akan ada pengadaan mobil listrik). Tapi kita belum menetapkan (tipe mobilnya), akan ada 100 mobil (yang akan dipesan). Eselon I dan eselon II di Kementerian (Perhubungan) menggunakan mobil ini," kata Menhub Budi Karya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin.

    Menurut dia, pejabat harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang berjangka panjang dan ramah lingkungan.

    "Saat ini belum terlalu banyak (jumlah mobil listrik), kurang dari 5 persen. Tapi kalau kami (pejabat publik) melakukan intensif, dimulai dari pejabat negara, saya pikir ini akan cepat sekali (perkembangannya)," kata Menhub.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendukung dan bagian ekosistem kendaraan bertenaga listrik harus melibatkan kementerian dan pihak terkait. Mulai dari stasiun pengisian daya, perizinan mobil listrik, hingga pajak.

    "PLN juga sudah bersedia untuk menyediakan charger di banyak tempat. Kalau dari kami (Kemenhub), dengan memberikan perizinan dengan cepat," kata dia.

    "Lalu Kemenkeu mungkin memberikan yang berkaitan dengan tax (pajak). Jadi saya pikir dengan kolaborasi dari berbagai pihak ini, ke depannya akan menjadi lebih baik," ujar Budi Karya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.