Waspada Virus Corona, Menhub: Tak Ada Penerbangan ke Wuhan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) melambaikan tangan ke arah penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) melambaikan tangan ke arah penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Belum bisa memastikan sampai kapan penerbangan dari dan ke Wuhan, Cina, ditutup. Larangan terbang ke sana dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang berkembang dari wilayah tersebut.

    "Saya belum bisa sampaikan. Di sana masih krusial dan masih close. Mungkin bisa sampai tiga pekan atau sebulan kalau lihat apa yang terjadi di Wuhan," ujar Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020.

    Budi memastikan saat inj sudah tidak ada penerbangan Indonesia dari dan ke Wuhan. "Kemarin Lion sempat akan mengembalikan penumpang, tapi di sana sudah close, jadi penerbangan yang kembali sudah kosong, clear tidak ada lagi penerbangan ke Wuhan dari mana pun di Indonesia."

    Untuk penerbangan ke kota lain di Cina, Budi masih akan membahasnya dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. Langkah selanjutnya, menurut dia, bakal mengikuti perkembangan di sana. Ia mengatakan sikap pemerintah saat ini adalah melakukan tindakan preventif guna menangkal perpindahan virus dari Wuhan ke Tanah Air.

    Tak hanya di bandar udara, Budi mengatakan pengetatan antisipasi virus corona juga dilakukan di pelabuhan laut. Ia memastikan pihaknya tidak bakal tidak mengedepankan ego sektoral dalam penanganan kasus ini. "Kami akan koordinasikan dengan beberapa sektor khususnya Kemenkes dan Kemenlu," tuturnya.

    Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menjelaskan soal belum adanya travel warning ke Cina meski virus corona tengah mewabah di Negeri Tirai Bambu tersebut, Menurut Teuku, rekomendasi penerbitan travel warning ke Cina dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Menurut dia, keputusan ini juga harus mengacu pada pemberitahuan dari World Health Organization (WHO). “Sampai saat ini, WHO belum melarang kunjungan ke Cina,” kata Faizasyah saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 26 Januari 2020.

    Beberapa hari terakhir, Otoritas Cina menyatakan sebanyak 41 orang telah meninggal terkena virus corona. Sementara, 1.287 orang lainnya telah terinfeksi virus ini, seperti dilansir National Health Commission. Tak hanya di Cina, kasus lain pun mulai terjadi di Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Vietnam.

    Meski penyebaran virus ini cukup luas terjadi di negara-negara Asia, sampai hari ini, Indonesia memang belum menerbitkan travel warning ke Cina. "Belum sih," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Jumat, 24 Januari 2020.

    Namun, Moeldoko mengatakan pemerintah telah menjalankan upaya preventif untuk mencegah penyebaran virus ini di tanah air. "Indonesia jangan sampai kecolongan gitu. Sudah ada langkah-langkah itu, di pintu-pintu masuk itu. Upaya untuk mendeteksi," kata dia.

    Moeldoko mengatakan telah berkoordinasi dengan Kemenkes. Ia pun meminta warga Indonesia yang sedang bepergian, agar menjaga diri sebaik-baiknya. "Intinya kan semua dari kita masyarakat Indonesia yang ada di sana, pasti bisa antisipasi dengan baik," kata Moeldoko.

    CAESAR AKBAR | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.