Jokowi: Sistem Transportasi Ibu Kota Baru Serba Elektrik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Ini merupakan rapim pertama Kementerian Pertahanan di bawah komando Prabowo Subianto dengan Tema Pertahanan Semesta Yang Kuat Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI yang diikuti oleh 534 peserta. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Ini merupakan rapim pertama Kementerian Pertahanan di bawah komando Prabowo Subianto dengan Tema Pertahanan Semesta Yang Kuat Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI yang diikuti oleh 534 peserta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan sistem transportasi di ibu kota baru di Kalimantan Timur akan serba elektronik dan otomatis.

    "Di ibu kota baru semua transportasi adalah serba elektrik dan otomatis," kata Presiden saat memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Jajaran Kemenhan, TNI dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

    Di hadapan lebih dari 500 peserta Rapim Kemenhan, TNI dan Polri, Presiden menayangkan sebuah video tentang ibu kota.

    "Ini kita harapkan menjadi sebuah loncatan kita menjadi negara maju," ujar dia.

    Sebelum memutar video, ia menyebutkan keinginan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur bukan memindahkan gedung atau pindah lokasi.

    "Yang kita rencanakan bukan pindah gedung, bukan pindah lokasi, tapi yang kita inginkan adalah berubahnya pola pikir dan pola kerja," kata Presiden.

    Ia menyebutkan harus ada sistem dan kultur baru di pemerintahan yang mengedepankan kecepatan.

    "Ke depan tidak ada lagi negara besar mengalahkan yang kecil atau yang kaya mengalahkan yang miskin," kata Presiden.

    Menurut dia, yang ada adalah negara yang cepat akan memakan negara yang lambat.

    "Kuncinya ada di situ. Biarpun kaya dan besar, tapi kalau lambat pasti akan tertinggal oleh yang cepat," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.