LPS Jelaskan Sebab Jumlah Simpanan di 2019 Tumbuh Melambat

(Kedua dari kiri) Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, Anggota Dewan Komisioner LPS Fauzi Ichsan dan Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Mardiyono saat mengelar jumpa pers di Gedung Pacific Century Places, Jakarta Selatan, Selasa 24 September 2019. Tempo/Dias Prasongk

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS mencatat jumlah simpanan nasabah hingga Rp 500 juta sepanjang tahun 2019 tumbuh melambat sebesar 6,4 persen. Perlambatan ini salah satunya karena pertumbuhan pendapatan masyarakat melemah.

"Simpanan di bawah Rp 500 juta melambat memang sejalan dengan melemahnya pertumbuhan pendapatan," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

Halim menjelaskan, awal tahun lalu jumlah simpanan sempat meningkat karena saat itu pemerintah mengeluarkan program sosial yang turut menahan penurunan pendapatan masyarakat. Sedangkan kategori simpanan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tumbuh paling tinggi mencapai 8,3 persen dan simpanan di atas Rp 2 miliar tumbuh 6,3 persen.

Namun begitu, LPS melihat pergerakan dana nasabah masih menunjukkan kondisi yang normal. Perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir Desember 2019 tumbuh 6,54 persen dan kredit 6,08 persen di bandingkan tahun 2018.

Akibatnya, likuiditas perbankan tetap terjaga dan arus masuk modal ke Indonesia masih baik. LPS melihat suku bunga simpanan cenderung tidak menurun dengan rata-rata tertimbang mencapai 6,64 persen, meski ada penurunan suku bunga Bank Indonesia.

Sementara itu, untuk suku bunga spesial tertinggi di bank BUKU II mencapai 7,16 persen dan suku bunga spesial paling rendah ada di bank BUKU IV di bawah 6 persen yaitu 5,95 persen. Pertumbuhan dana antara bank satu dengan lainnya pun tidak ada penarikan dana berlebihan dan indikator kestabilan bank juga baik mencapai 99,92 persen.

Dengan kondisi pertumbuhan perbankan yang stabil itu pula, LPS tahun lalu menurunkan suku bunga penjaminan pada November 2019 untuk simpanan rupiah menjadi 6,25 persen, BPR sebesar 8,75 persen dan valas 1,75 persen. 

Halim menyebutkan penjaminan dari LPS mencakup 99,91 persen dari seluruh total rekening simpanan dengan jumlah nominal mencapai Rp 3.272 triliun "LPS akan terus memantau dan evaluasi kebijakan tingkat suku bunga penjaminan sesuai kondisi likuiditas perbankan dan hasil penilaian makro-ekonomi dan stabilitas sistem keuangan."

ANTARA






Gubernur BI Sebut Bauran Kebijakan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

3 jam lalu

Gubernur BI Sebut Bauran Kebijakan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bauran kebijakan menjadi kunci penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah resesi global.


Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

20 jam lalu

Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

cara cek BI Checking di HP via iDebku OJK untuk mengajukan pinjaman kredit bagi calon debitur


Cara Membuat QRIS bagi Merchant dan Pengguna

1 hari lalu

Cara Membuat QRIS bagi Merchant dan Pengguna

QRIS merupakan standar kode QR Nasional yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia. Begini cara membuatnya.


Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

1 hari lalu

Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

Data BPS menunjukkan Yogyakarta yang menjadi provinsi dengan ketimpangan sosial paling tinggi se-Indonesia. Apa artinya?


Ramai Soal Rekening BCA Rp 320 Juta Dibobol Tukang Becak, Begini Kronologi Lengkapnya

1 hari lalu

Ramai Soal Rekening BCA Rp 320 Juta Dibobol Tukang Becak, Begini Kronologi Lengkapnya

Kasus pembobolan rekening tabungan BCA milik Muin Zachry senilai Rp 320 juta masih ramai diperbincangkan. Bagaimana kronologi lengkapnya?


Mengenal Perbedaan Tabungan dan Deposito, Mana yang Anda Butuhkan?

2 hari lalu

Mengenal Perbedaan Tabungan dan Deposito, Mana yang Anda Butuhkan?

Meski sama-sama digunakan untuk menyimpan uang, tabungan dan deposito memiliki perbedaan. Mana yang paling Anda butuhkan saat ini?


Bank Indonesia Catat Uang Beredar Desember 2022 Rp 8.525 T, Naik 8,3 Persen

2 hari lalu

Bank Indonesia Catat Uang Beredar Desember 2022 Rp 8.525 T, Naik 8,3 Persen

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2022 Rp8.525,5 triliun.


Cerita Haji Amin Pamer Saldo Rp 500 Triliun: untuk Jebak Mafia Barang Antik Pedang Samurai Bertombol Tiga

5 hari lalu

Cerita Haji Amin Pamer Saldo Rp 500 Triliun: untuk Jebak Mafia Barang Antik Pedang Samurai Bertombol Tiga

Haji Amin mendadak viral karena video memamerkan saldo tabungan Rp 500 triliun menghebohkan pada awal bulan Januari ini. Begini ceritanya.


Buntut Video Viral Pamer Tabungan Rp 500 Triliun, Haji Amin Mengaku Rugi Besar

6 hari lalu

Buntut Video Viral Pamer Tabungan Rp 500 Triliun, Haji Amin Mengaku Rugi Besar

Haji Amin yang videonya memamerkan saldo tabungan Rp 500 triliun berkembang viral beberapa waktu lalu kini mengaku rugi besar. Begini ceritanya.


Berita Ekonomi dan Bisnis Terkini : Kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI, Biaya Haji 2023 Diusulkan Naik Rp 69 Juta

6 hari lalu

Berita Ekonomi dan Bisnis Terkini : Kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI, Biaya Haji 2023 Diusulkan Naik Rp 69 Juta

Berita ekonomi paling banyak dibaca hari ini. Mulai dari kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI hingga biaya haji yang diusulkan naik.