Jokowi Cari Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru: Kelas Berat Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Tempo. Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan belum menemukan calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Menurut dia, posisi ini harus diisi oleh orang yang memilki banyak keahlian.

    "Belum. Ini kelas berat ini," katanya saat berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.

    Ia menjelaskan calon kepala badan otorita ini harus mengerti masalah keuangan global, paham tata kota, serta memiliki jaringan internasional

    Jokowi berujar ia ingin kepala badan otorita ibu kota baru ini dipimpin oleh tokoh muda. "Muda. Kalau nanti dapatnya yang tua juga enggak apa-apa," tuturnya.

    Selain itu, Jokowi menjamin pengurus Badan Otorita Ibu Kota bakal diisi sepenuhnya oleh warga negara Indonesia. Badan otorita ini berbeda dengan dewan pengarah yang kini diisi oleh warga negara asing, yakni Mohamed bin Zayed, Tony Blair, dan Masayoshi Son. "100 persen kita semua di situ," tuturnya.

    Terkait regulasi, Jokowi mengatakan draf rancangan undang-undang ibu kota baru telah selesai. Rencananya pemerintah akan mengirimkan draf tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pekan depan.

    "Sudah rampung. Minggu depan saya harapkan insya Allah kami sampaikan kepada DPR," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.