Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Tinggal Diteken

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Badan Otorita Ibu Kota Baru sudah selesai dibuat. Badan ini hanya tinggal menunggu tanda tangan saja untuk disahkan.

    "itu tinggal ditandatangani saja. Kalau kepala badan otoritanya belum. Kan kalau dibentuk badan otoritanya, kepala badan nanti dulu. Yang penting badan otoritanya," kata Suharso usai rapat terbatas membahas perkembangan pemindahan ibu kota, di Kantor Presiden, di Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.

    Suharso mengatakan Badan Otorita ini ada di bawah payung hukum Peraturan Presiden. Rencananya, Perpres ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

    Nantinya, Badan Otorita ini akan memiliki kewenangan setingkat kementerian. Suharso menyebut badan ini menyerupai badan rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh dulu. Artinya, semua kementerian bisa dilibatkan dan ada di sana.

    Selain itu, badan ini akan berakhir bersamaan dengan terbentuknya pemerintahan, yang bentuknya masih dibahas pemerintah, di lokasi ibu kota baru itu.

    "Fungsinya (badan otorita) untuk mempersiapkan, memastikan pembangunan, sampai kemudian pemindahan," kata politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.