Bank Mandiri Targetkan Perizinan Alipay Selesai Semester I 2020

Logo Bank Mandiri. Free Vector CDR

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan proses pengembangan dan perizinan kerja sama dengan layanan dompet digital asal China, Alipay rampung pada paruh pertama 2020. 

SEVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, saat ini proses pengembangan dan perizinan kerja sama dengan Alipay masih berjalan paralel. Proses ini telah dilakukan Bank Mandiri sejak 2019. 

“Bank Mandiri saat ini dalam pengembangan integrasi cross border e-wallet [uang elektronik yang diterbitkan oleh negara asing], paralel sedang dalam proses perizinan ke regulator terkait kerja sama penerimaan transaksi uang elektronik yang diterbitkan oleh negara asing [cross border e-wallet],” tutur Thomas kepad Bisnis, Minggu 12 Januari 2020.

Agar bisa beroperasi di Indonesia, Alipay harus menjalin kerja sama dengan bank di dalam negeri. Nantinya, Bank Mandiri akan menjadi acquirer bank bagi layanan dompet digital perusahaan asal Negeri Panda ini.

Thomas menyebut, pengembangan kerja sama dengan Alipay akan fokus untuk diterapkan di daerah-daerah tujuan wisata. Hal ini dilakukan demi memfasilitasi wisatawan China yang menggunakan Alipay sebagai opsi dalam bertransaksi.

“Diharapkan semester I tahun 2020 pengembangan serta perizinan sudah selesai sehingga merchant BMRI bisa segera menerima pembayaran transaksi dengan metode cross border e-wallet,” katanya. 

Pada November lalu Thomas sempat mengungkap bahwa transaksi di electonic data capture (EDC) Bank Mandiri telah mencapai Rp120 triliun. Dari angka tersebut, jika 10 persen atau Rp12 triliun bisa didapat dari transaksi Alipay maka kontribusi kerja sama ini dianggap sudah cukup besar.

"Pertumbuhan EDC saat ini berkisar 5-6 persen, nantinya jika Alipay sudah berjalan tentu akan mendorong growth EDC," katanya.

Baru-baru ini, layanan dompet digital asing yakni Wechat Pay baru saja resmi mengantongi izin operasi dari Bank Indonesia. Izin ini berhasil diraih lantaran Wechat Pay sudah bekerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Dengan kerja sama ini, CIMB Niaga akan menjadi lembaga acquirer bagi Wechat Pay. Dengan kedudukan sebagai acquirer, perseroan berhak memproses uang elektronik yang diterbitkan Wechat Pay.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut, pengembangan kerja sama dengan Wechat Pay akan difokuskan pada daerah-daerah tujuan wisatawan. Dia mengklaim sistem pembayaran digital via Wechat Pay sudah siap, dan perseroan tinggal melakukan edukasi merchant ke depan.

“[Implementasi] Didahulukan di area wisata yang banyak pengguna Wepay seperti Bali,” kata Lani kepada Bisnis.






Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

2 hari lalu

Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

Proses integrasi ini merupakan bagian cita-cita dan visi BSI untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peranannya di tengah industri perbankan.


Bank Syariah Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 dan S2, Apa Syaratnya?

4 hari lalu

Bank Syariah Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 dan S2, Apa Syaratnya?

Bank Syariah Indonesia membuka lowongan kerja untuk lulusan S1 dan S2 agar dapat mengikuti Officer Development Program. Apa saja syaratnya?


Transaksi Livin' Bank Mandiri Naik 47 Persen, Paling Banyak untuk Transfer dan Top Up

5 hari lalu

Transaksi Livin' Bank Mandiri Naik 47 Persen, Paling Banyak untuk Transfer dan Top Up

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan transaksi baik secara nilai dan volume di Livin' by Mandiri mengalami pertumbuhan hingga Agustus.


3 Profil Direktur Utama Bank Berpelat Merah: Bank Mandiri, BNI, dan BRI

11 hari lalu

3 Profil Direktur Utama Bank Berpelat Merah: Bank Mandiri, BNI, dan BRI

Tiga profil direktur utama bank pemerintah, Bank Mandiri, BNI dan BRI. Siapa saja bos bank BUMN ini?


Cara Top Up DANA Lewat Bank BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

30 hari lalu

Cara Top Up DANA Lewat Bank BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Berikut cara top up DANA lewat ATM BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri, bisa isi saldo sampai 10 juta dengan biaya admin murah.


Bunga Acuan Naik, Bank Mandiri Tetap Pede Pertumbuhan Kredit 11 Persen

31 hari lalu

Bunga Acuan Naik, Bank Mandiri Tetap Pede Pertumbuhan Kredit 11 Persen

Bank Mandiri tidak berencana merevisi target pertumbuhan kredit pada 2022 meskipun suku bunga acuan naik 25 basis poin menjadi 3,75 persen.


Suku Bunga Acuan Naik, Dirut Bank Mandiri Cenderung Waspadai Kenaikan GWM

31 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik, Dirut Bank Mandiri Cenderung Waspadai Kenaikan GWM

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesianaik sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen.


Rp 200 Juta di Rekening Brigadir J Raib, BRI Ingatkan Hal Ini ke Masyarakat

32 hari lalu

Rp 200 Juta di Rekening Brigadir J Raib, BRI Ingatkan Hal Ini ke Masyarakat

BRI menanggapi pemberitaan soal raibnya uang sebesar Rp 200 juta dari rekening Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat usai tewas dibunuh.


Promo HUT RI ke-77, Biaya Transfer Antarbank BCA, Bank Mandiri, BRI ke BNI Hanya Rp 77

40 hari lalu

Promo HUT RI ke-77, Biaya Transfer Antarbank BCA, Bank Mandiri, BRI ke BNI Hanya Rp 77

Bank Indonesia memberikan diskon biaya transfer BI Fast antarbank dari dan ke BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN menjadi hanya Rp 77.


BUMN Setor Dividen ke Pemerintah Rp 37,9 Triliun hingga Juli, Terbesar BRI

44 hari lalu

BUMN Setor Dividen ke Pemerintah Rp 37,9 Triliun hingga Juli, Terbesar BRI

BUMN perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., menyumbang dividen Rp 14,05 triliun.