Irfan Setiaputra Dikabarkan Jadi Calon Dirut Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Setiaputra. facebook.com

    Irfan Setiaputra. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT Inti, Irfan Setiaputra, dikabarkan menjadi calon kuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sumber Tempo di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan Irfan akan menggantikan Ari Askhara, bos Garuda terdahulu yang tersandung kasus kargo gelap.

    "Irfan Setiaputra (calon Dirut Garuda), mantan Dirut PT Inti," ujar sumber pada Senin, 13 Januari 2020.

    Pria kelahiran Jakarta 24 Oktober 1964 ini menjabat sebagai sebagai bos PT Inti pada Maret 2009. Ia bekerja di posisi tersebut selama 3 tahun 5 bulan sebelum akhirnya mengundurkan diri. Surat pengunduran diri Irfan secara resmi disampaikan pada 2012.

    Irfan kemudian hijrah ke PT Titan Mining Indonesia sebagai CEO. Tak berselang lama, ia didapuk menjadi COO perusahaan energi terintegrasi, PT ABM Investama Tbk.

    Teranyar, Irfan bergelut di perusahaan jaringan Internet of Things (IoT) bernama Sigfox Indonesia. Perusahaan itu memiliki induk di Prancis.

    Ihwal pencalonannya sebagai Dirut Garuda, Tempo telah mengkonfirmasi kabar itu kepada Irfan melalui pesan media sosialnya. Namun hingga berita ini diunggah, pesan tersebut belum direspons.

    Juru Bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga, tidak membenarkan atau menyanggah. Ia hanya menyatakan belum dapat memberikan konfirmasi. "Enggak bisa dikonfirmasi kalau belum (RUPS/rapat umum pemegang saham)," ujar Arya saat dihubungi Tempo.

    Adapun Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman, menyebut belum memperoleh informasi langsung dari Kementerian BUMN. "Saya belum mendapat konfirmasi," ucapnya dalam pesan pendek.

    Kabar dicalonkannya Irfan juga belum diterima oleh Kementerian Perhubungan. "Belum ada nama yg masuk ke perhubungan secara resmi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti.

    Sumber Tempo di Garuda sebelumnya menyatakan ada tiga nama yang beredar di kalangan perseroan, yang diduga menjadi calon kuat Direktur Utama Garuda Indonesia. Nama-nama tersebut adalah mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan; Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi; dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

    Belakangan, muncul satu nama lainnya di lingkungan Kementerian BUMN selain tiga nama itu. Satu nama baru tersebut adalah Direktur Komersial Angkasa Pura I Daan Achmad.

    Baik Faik, Daan, maupun Juliandra enggan mengomentari pencalonannya. Sedangkan Jonan belum angkat suara. Sementara itu, nama Irfan sebelumnya tidak pernah muncul dikabarkan sebagai calon Dirut Garuda Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.