Budi Karya Blak-blakan soal Kriteria Calon Dirut Garuda

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan sejumlah kriteria yang harus dimiliki calon Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Yang pasti, menurut dia, calon bos maskapai penerbangan pelat merah itu harus paham manajerial dan visi bisnis perusahaan di masa mendatang. 

    Budi Karya malah menilai latar belakang calon Dirut Garuda tak harus dari bidang penerbangan. "Justru (latar belakang) manajerial. Karena Garuda ini kan enggak ada masalah berkaitan teknis dan pengelolaan dan lain-lain, tapi mungkin akunting, bisnis yang mungkin dan jadi penting,” kata Budi Karya saat meninjau Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Adapun untuk persoalan teknis dan operasional Garuda, menurut Budi Karya, bisadifokuskan ke direktur masing-masing di mana keduanya harus mengutamakan keselamatan. “Bagi kita direksi ada beberapa, untuk kita yang concern itu di direktur operasi dan direktur teknik," katanya. 

    Salah satu direktur terkait keamanan bersifat mandatory. "Jadi, satu mandatori safety (keselamatan) jadi dia akan berkaitan dengan safety dan itu tidak bisa diganggu gugat,” ucap Budi Karya.

    Hingga saat ini, kata Budi Karya, Garuda belum mengusulkan susunan nama direksi yang baru. "Kita tunggu,” katanya.

    Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan BUMN itu juga belum dilakukan untuk menentukan pemimpin barunya. Posisi sementara diisi oleh Direktur Keuangan Fuad Rizal yang berperan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama setelah I Gusti Ngurah Danadiputra dicopot atas dugaan penyelundupan suku cadang Harley Davidson dan sepeda Brompton.

    Pada akhir pekan lalu, Erick Thohir mengakui telah mengantongi nama untuk mengisi sejumlah kursi lowong di jajaran direksi Garuda Indonesia. Tak terkecuali, posisi direktur utama. "Garuda Insya Allah direksinya sudah ada dan jajaran komisarisnya masih minggu depan," ujar Erick di kantornya, Jumat, 10 Januari.

    Hingga saat ini, sejumlah nama calon Dirut Garuda Indonesia yang beredar berasal dari kalangan eksternal maupun internal Garuda Indonesia. Nama-nama itu di antaranya mantan Menteri ESDM, Ignasiuns Jonan; Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi; Direktur Komersial AP I Daan Achmad, hingga Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

    ANTARA | FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?