Pasok Gas ke Singapura dan Jawa, Muba Minta Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SKK Migas kantor perwakilan Sumbagsel menerangkan hingga September kontribusi minyak dari Sumsel dan Jambi mencapai sekitar  11 persen dari produksi nasional. Sedangkan untuk Gas dari Sumsel dan Jambi berkontribusi sekitar 30%. Tampak foto Grissik Central Gas Plan di Musi Banyuasin. TEMPO/Parliza Hendrawan

    SKK Migas kantor perwakilan Sumbagsel menerangkan hingga September kontribusi minyak dari Sumsel dan Jambi mencapai sekitar 11 persen dari produksi nasional. Sedangkan untuk Gas dari Sumsel dan Jambi berkontribusi sekitar 30%. Tampak foto Grissik Central Gas Plan di Musi Banyuasin. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Sekayu - Pimpinan Komisi VII DPR, Alex Noerdin mendesak SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) untuk memprioritaskan pembangunan di daerah penghasil minyak dan gas seperti Musi Banyuasin (Muba). Hal itu penting karena sumber daya alam, mineral, energi, dan migas di Musi Banyuasin (Muba) menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara.

    Hal ini diungkapkan Alex Noerdin, dalam kesempatan acara Coffee Morning Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), SKK Migas dan Kementerian ESDM di kota Sekayu, Rabu, 8 Januari 2020. "Sudah saatnya Muba diprioritaskan karena dari dulu Singapura, Pulau Jawa bisa terang benderang berkat gas Muba,” katanya.

    Alex yang juga mantan Gubernur Sumatera Selatan ini mengatakan, jila KKKS dan SKK Migas bisa mewujudkan permintaannya, ia menjamin komisi yang dia pimpin siap mendukung dua lembaga itu. Sebagai langkah awal, dia mendorong pihak terkait untuk saling berkoordinasi.

    “DPR meminta perusahaan KKKS kasih kontribusi yang nyata bagi pemerintah dan rakyat, beri bantuan yang lebih lagi demi kemajuan Muba. Prinsipnya komisi VII DPR RI siap akan memback up Pemkab Muba," imbuh Alex.

    Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, pihaknya berkomitmen membangun kesepahaman bersama dengan KKKS dan SKK Migas. Dodi menambahkan, koordinasi dan sinergi tentu sangat diperlukan, terlebih dukunganoperasional.

    Pemkab Musi Banyuasin, kata Dodi, menilai pertemuan yang menghadirkan pimpinan DPR RI dan perusahaan KKKS ini penting. Rutinitas itu, dia yakini bisa menjaga iklim investasi di sektor migas yang kondusif. "Saya berharap kontribusi sosial para pihak lebih maksimal lagi untuk masyarakat Muba dan menjaga hubungan harmonis dengan para pihak," kata dia.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.