Banjir, Jasa Marga Masih Tutup Jalan Tol Dalam Kota ke Tangerang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bocah bermain saat banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Jalanan yang banjir dijadikan tempat bermain baru bagi anak-anak. ANTARA/Nova Wahyudi

    Sejumlah bocah bermain saat banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Jalanan yang banjir dijadikan tempat bermain baru bagi anak-anak. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan masih terdapat beberapa titik genangan di Jalan Tol regional Jabodetabekjabar, hingga pukul 14.30 WIB hari ini, yang berakibat penutupan jalan tol.

    Untuk Jalan Tol Jakarta-Tangerang, di Km 03+900 sampai Km 04+400 ke arah Tangerang maupun Jakarta terdapat genangan air setinggi 40-50 cm.

    “Arus kendaraan dari arah Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (Simpang Tomang) yang menuju Tangerang maupun menuju Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dari Tangerang untuk sementara ditutup dan kendaraan dialihkan melalui Jalan Tol JORR, baik jalan tol JORR W1 untuk yang ke arah Bandara maupun JORR W2 untuk ke arah Jakarta,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, melalui pernyataan tertulisnya, Kamis, 2 Januari 2020.

    Untuk jalan tol dalam kota, di simpang susun Cawang terdapat genangan di Terowongan Cawang ke arah jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Kendaraan dari arah Cawang dialihkan ke Tanjung Priok.

    Sedangkan di simpang susun Cawang juga terdapat genangan di Terowongan Cawang ke arah Tanjung Priok (jalan tol Wiyoto Wiyono). Kendaraan dari arah Bekasi menuju Tanjung Priok dialihkan ke jalan tol dalam kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.