Jalan Tol Cipali Kebanjiran, Kemenhub Minta LMS Buat Tanggul

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan yang didominasi pemudik menerobos parit pembatas jalan di ruas jalan tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. Polisi memberlakukan one way di tol Cipali arah ke Jakarta untuk mengurai kemacetan puncak arus balik. ANTARA

    Sejumlah kendaraan yang didominasi pemudik menerobos parit pembatas jalan di ruas jalan tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. Polisi memberlakukan one way di tol Cipali arah ke Jakarta untuk mengurai kemacetan puncak arus balik. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan meminta PT Lintas Marga Sedaya selaku operator di jalan tol Cipali, membangun tanggul untuk mengantisipasi banjir. Pada Selasa lalu, 31 Desember 2019, banjir menggenang di kilometer 136 di jalan tol Cipali atau Cikopo-Palimanan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan pihaknya meninjau langsung lokasi titik banjir di Jalan Tol Cipali KM 136. "Saya minta pihak LMS (Lintas Marga Sedaya) membangun tanggul sepanjang lebar sungai atau cerukan tersebut, dengan adanya tanggul minimal akan mengurangi limpahan air yang demikian deras seperti kemarin sore," katanya, Rabu, 1 Januari 2020.

    Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama dengan pihak operator Tol Cipali yaitu PT Lintas Marga Sedaya dan Polda Jawa Barat, bertempat di Kantor Operasional PT. LMS, Gerbang Tol Subang, Tol Cipali KM 109. Dia juga berharap pihak pengairan Kementerian PUPR dapat melakukan normalisasi daerah aliran sungai.

    Budi meminta agar excavator ditambah jumlahnya agar pekerjaan normalisasi bisa lebih cepat. Kemudian dari pihak Polda Jawa Barat dan Polres Indramayu diminta membuat rencana rekayasa lalu lintas manakala lokasi tersebut ada potensi banjir seperti kemarin.

    "Kami berharap sudah ada rencana pengalihan arus, mungkin sebelum titik banjir, kendaraan bisa keluar tol untuk menghindari banjir, baru kemudian masuk lagi," katanya.

    Selain itu, Budi meminta PT LMS memasang CCTV di lokasi tersebut sehingga jika ada kejadian serupa dapat segera dilakukan keputusan cepat untuk penanganan.

    "Kalau ada potensi hujan lebat seperti kemarin, patroli yang dilakukan baik oleh PJR maupun petugas, intensitasnya ditingkatkan," ujarnya.

    Dia meminta petugas di lapangan terutama Kepolisian dan pihak operator jalan tol, kalau indikasi potensi banjir seperti sebelumnya, ketika airnya mengalir cukup deras, perlu dipertimbangkan kendaraan akan dilewatkan atau diberhentikan.

    Menurutnya, perlu dipertimbangkan antara derasnya air dengan kekuatan kendaraan. Permasalahan ini bukan hanya di lokasi banjir tetapi perlu penanganan yang lebih komprehensif, karena itu perlu ada koordinasi lebih lanjut.

    Menurut penjelasan pihak operator tol Cipali, banjir di KM 136 kemarin disebabkan karena adanya curah hujan yang tinggi, di daerah Lasem, hulu Sungai Cilalanang, sehingga air meluap hingga ke jalan, dan juga karena hilir sungai yang menyempit.

    Selain itu, karena tidak adanya muara sungai yang memadai, maka aliran air menjadi tidak normal. Dalam kegiatan tersebut, Budi Setiyadi didampingi Direktur Prasarana Transportasi Jalan Risal Wasal; Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani; dan Kasubdit Dalops Marwanto Heru Santoso. Hadir pula Dirlantas Polda Jabar Kombespol Eddy Junaidi beserta jajaran, dan pihak operator Tol Cipali, PT. LMS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.