2019, Penerbangan di Bandara Minangkabau Susut 19 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin, 21 Mei 2018. Ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin, 21 Mei 2018. Ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Padang Pariaman - PT Angkasa Pura II yang mengelola Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman mencatat jumlah penumpang pesawat di bandara itu turun 25,83 persen dibandingkan 2018. Faktor utama penurunan jumlah penumpang itu adalah jumlah penerbangan yang juga berkurang 19 persen dibandingkan 2018.

    "Pada 2018 jumlah penumpang pesawat udara mencapai 4.139.728 sementara pada 2019 turun menjadi 3.070.454 orang," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Rabu 1 Januari 2020.

    Dengan penurunan jumlah penerbangan, kata Fendrick,  jumlah pesawat saja sudah mencerminkan turunnya jumlah penumpang. Di sisi lain, kenaikan harga tiket pesawat juga menjadi pemicu turunnya frekuensi penerbangan, "Tingkat keterisian hampir penuh namun frekuensi penerbangan berkurang," kata dia. 

    Angkasa Pura II mencatat, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Minangkabau pada 2019 sebanyak 24.112 pergerakan. Angka ini turun sebesar 19,60 persen dibandingkan 2018 yang mencapai 29.991 pergerakan.

    Sebelumnya, PT Angkasa Pura II akan mengoperasikan terminal baru di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat yang saat ini masih dalam proses pembangunan pada Februari 2020. "Untuk soft openingnya pada Februari 2020, saat ini proses pekerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen," kata Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai meninjau pembangunan terminal baru.

    Menurut dia terminal baru dan terminal lama Bandara Minangkabau akan terhubung sehingga juga dilakukan desain ulang tata letak gedung terminal. Hal ini guna menjamin kelancaran alur keberangkatan dan kedatangan penumpang di rute domestik mau pun internasional.

    Setelah terminal baru dan terminal lama terhubung maka Bandara Internasional Minangkabau memiliki kapasitas 5,7 juta penumpang pesawat setiap tahun , atau meningkat signifikan dibandingkan dengan saat ini hanya 2,2 juta penumpang per tahun, kata dia.

    Awaluddin menambahkan, melalui pembangunan terminal baru dan perluasan apron, Bandara Internasional Minangkabau akan semakin optimal dalam mendukung Padang, dan Sumatera Barat, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.

    “Penerbangan internasional dari dan ke Bandara Padang setiap tahunnya terus meningkat, termasuk pada tahun ini. Kami berupaya agar pada tahun depan konektivitas rute internasional semakin meningkat selain rute domestik,” ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.