Bandara Halim Sempat Ditutup, 40 Penerbangan Citilink Terganggu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang Maskapai Batik Air dan Citilink Indonesia tengah mengantre mengurus pergantian jadwal penerbangan akibat adanya penutupan landasan pacu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 1 Januari 2020. Pihak bandara menerbitkan Notam penutupan sementara landasan pacu atau RW close setelah banjir melanda lintasan pesawat di Bandara tersebut pada Rabu pagi. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Penumpang Maskapai Batik Air dan Citilink Indonesia tengah mengantre mengurus pergantian jadwal penerbangan akibat adanya penutupan landasan pacu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 1 Januari 2020. Pihak bandara menerbitkan Notam penutupan sementara landasan pacu atau RW close setelah banjir melanda lintasan pesawat di Bandara tersebut pada Rabu pagi. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 40 penerbangan maskapai Citilink Indonesia rute dari dan menuju Jakarta sempat terganggu akibat penutupan Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu, 1 Januari 2020. Penutupan ini dilakukan sebagai imbas banjir yang menerjang landasan pacu sejak Rabu dinihari.

    VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan, sebagian penerbangan akhirnya dialihrutekan ke Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan sebagian lainnya mengalami pembatalan jadwal total. 

    “Hal ini kami lakukan atas pertimbangan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan,” kata Resty dalam keterangannya kepada Tempo, Rabu petang.

    Resty mengatakan pihaknya telah menyediakan opsi bagi penumpang yang terdampak gangguan jadwal penerbangan. Di antaranya penjadwalan ulang atau reschedule dan pengembalian uang tiket atau refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.