Ketika Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Berkat Doa Ulama

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengunjungi toko barang-barang antik di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Senin, 30 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengunjungi toko barang-barang antik di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Senin, 30 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Semarang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di atas 5 persen berkat sumbangsih rakyat Indonesia, terutama ulama.

    "Banyak negara yang sudah masuk ke krisis, ke resesi. Alhamdulillah berkat doa dan dukungan bapak ibu sekalian, utamanya dari para ulama, ekonomi Indonesia tetap baik dan stabil dan pertumbuhan masih di atas 5 persen. Alhamdulillah, patut kita syukuri," ujar Presiden saat sambutan peresmian Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKk), di Pesantren Al Fadllu 2, di Kendal, Jawa Tengah, Senin, 31 Desember 2019.

    Menurut Presiden, dengan pembangunan BLKK diharapkan dapat membangun kualitas SDM Indonesia di tengah persaingan dengan negara lain.

    Ke depan, ujar Presiden, persaingan SDM antarnegara akan berfokus kepada daya keterampilan dan kejuruan tenaga kerja.

    Karena itu, pendidikan kejuruan melalui BLKK diharapkan dapat mendongkrak tenaga kejuruan yang berkualitas, salah satunya melalui lembaga pendidikan agama, seperti di pesantren.

    Kendati demikian, pelatihan yang diajarkan di BLKK perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

    Presiden telah meresmikan BLKK di Pesantren Al Fadllu, Kabupaten Kendal bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan pimpinan Pesantren Al Fadllu wal Fadilah, Dimyati Rois.

    Dalam acara itu, Jokowi didampingi Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Staf Khusus Presiden Aminudin Ma'ruf dan Ayu Kartika Dewi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.