Luncurkan Minimarket, Bos GORO: Seperti Pasar Modern Tapi...

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto bersama Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Milasari Kusumo Anggraini, saat meninjau toko usai grand opening GORO Cibubur, 7 April 2019. Foto: Istimewa

    Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto bersama Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Milasari Kusumo Anggraini, saat meninjau toko usai grand opening GORO Cibubur, 7 April 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera (GORO) Milasari Kusumo Anggraini menjelaskan detail gerai retail format kecil atau minimarket yang kemarin diresmikan di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

    Milasari menyebutkan format kecil retail GORO berbentuk toko serupa toko swalayan mini, tetapi dimiliki komunitas. Adapun produk yang dipasarkan tidak hanya makanan kering, tetapi juga yang segar, yang dipasok oleh komunitas sekitar seperti untuk produk telur atau sayuran. “Jadi seperti pasar modern tapi ukurannya lebih kecil,” katanya, Senin, 16 Desember 2019.

    Untuk pasar properti retail, Milasari menyebutkan bahwa ke depannya perusahaan yang dimiliki oleh Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soeharto ini akan lebih mengembangkan ke kemitraan, warung, dan daring luring. Tahun 2020, GORO tetap yakin bisa membuka sebanyak 120 format kecil dan 550 warung seperti yang direncanakan sebelumnya.

    Milasari juga menjelaskan konsep format kecil GORO yang memiliki konsep gabungan luring (offline) dan daring yang (online) diyakini membuat pertumbuhan properti retailnya berkembang pesat. Adapun gabungan konsep yang dimaksud tak lepas dengan penggunaan aplikasi GORO.

    Aplikasi GORO memungkinkan konsumen berbelanja secara langsung di lokasi toko dan bisa membayar secara nontunai melalui aplikasi tersebut. Dengan begitu, konsumen tidak perlu lagi mengantre untuk membayar belanjaannya dan pembayaran bisa lebih akurat.

    Dari tahun lalu dibuka pertama kali hingga kini GORO sudah memiliki 25 toko. GORO Jatibening sudah dimiliki satu koperasi beranggotakan sekitar 275 orang. "Nah, yang mengisi ini tinggal ikuti sistem kita semuanya, suplai dari kita, jadi sambil melakukan juga social entrepreneur,” kata Milasari.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.