Jokowi Perintahkan Ahok Kawal Pembangunan Kilang Minyak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Perekonomian usai menghadiri Rakernas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Hotel Mulia, Jakarta, 10 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Perekonomian usai menghadiri Rakernas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Hotel Mulia, Jakarta, 10 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati untuk mengawal pembangunan kilang minyak. "Sudah 34 tahun enggak bisa bangun, kebangetan. Saya suruh kawal betul dan ikuti terus progress-nya," kata Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

    Jokowi menyampaikan perintahnya itu dalam pertemuan dengan Ahok dan Nicke di Istana Merdeka, pada Senin kemarin, 9 Desember 2019. Masalah proyek kilang minyak ini juga menjadi salah satu alasan Menteri BUMN menunjuk Ahok sebagai komisaris utama di perusahaan minyak negara tersebut.

    Saat ini, sejumlah proyek kilang yang digarap Pertamina tak jelas. Kelanjutan proyek pengembangan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan atau RDMP yang menjadi mandat perusahaan itu dinilai kurang memuaskan. RDMP Cilacap salah satunya. Kelanjutan proyek itu masih sumir. Kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco yang dimulai empat tahun lalu itu maju-mundur.

    Selain urusan kilang, Jokowi juga menerima laporan terkait impor migas, dan kesiapan Pertamina menerapkan B20 (pencampuran solar dan 20 persen biodiesel) dan B30 (pencampuran solar dan 30 persen biodiesel).

    Menurut Jokowi, penerapan B20 dan B30 bisa menurunkan impor migas. Sehingga dampaknya bisa menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Jokowi mengatakan bahwa Pertamina sanggup menjalani program tersebut. "Intinya mereka (Ahokdan Nicke) menyanggupi," katanya.

    Sebelumnya, Nicke Widyawati melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kesiapan implementasi B30 (solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 30 persen). "Tadi kami sampaikan ke Pak Presiden kesiapan untuk penerapan B30, jadi kami akan jalankan," kata Nicke di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Nicke mengatakan bahwa Pertamina sudah siap menerapkan B30 di Terminal BBM (TBBM) dan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Selain penerapan B30, Nicke juga melaporkan perkembangan kilang dan petrokimia, khususnya pabrik-pabriknya di beberapa lokasi. Ia juga melapor kepada Jokowi mengenai digitalisasi SPBU untuk memonitor penyaluran BBM subsidi.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.