5 Fakta Tol Elevated Jakarta-Cikampek II yang Dibuka 20 Desember

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Jalan Tol Layang atau Elevated Jakarta-Cikampek II akan dibuka secara fungsional mulai 20 Desember 2019. Jadwal tersebut molor dari rencana sebelumnya, yang sedianya dibuka pada 15 Desember 2019.

    Menurut Budi Karya, pemerintah mempertimbangkan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas. “Ada hal-hal yang mesti diselesaikan, seperti jalan yang belum rata sehingga mengurangi kenyamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Ahad, 8 Desember 2019.

    Pengoperasian Jalan Tol Elevated Japek II ini sudah dinantikan masyarakat. Sebab, kehadirannya diprediksi mengurai kepadatan kendaraan ruas Jakarta-Cikampek yang selama ini timpang rasio perbandingan lalu lintas dan kapasitas jalannya.

    Berdasarkan data yang diterima Tempo, rasio jalan itu mencapai angka 1,3, jauh dari batas ideal di angka 0,75. Penumpukan memang acap terjadi karena diperkirakan terdapat 590 ribu kendaraan arah Jakarta dan arah Cikampek yang melintas setiap hari.

    Berikut ini fakta-fakta Jalan Tol Elevated Japek II yang dihimpun Tempo.

    1. Jalan layang terpanjang se-Indonesia
    Jalan Tol Elevated Japek II diklaim sebagai jalan layang terpanjang di Indonesia. Ruas jalan tol ini memanjang hingga 36,4 kilometer. Jalan tol ini membentang di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 hingga KM 48.

    2. Kontraktor dan nilai investasi
    Nilai investasi jalan tol ini mencapai Rp 16,3 triliun. Jalan tol tersebut dikelola PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek. Sedangkan kontraktornya PT Waskita Karya Persero Tbk.

    3. Lini waktu pembangunan hingga operasional
    Jalan tol ini pertama kali dibangun pada Maret 2017. Semula, pemerintah menargetkan jalan akan dibuka secara fungsional pada Juni 2019. Namun, realisasinya, jalan tol ini baru dibuka secara fungsional pada 20 Desember dan akan beroperasi normal pada Januari 2020.

    4. Masih gratis
    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu menyatakan, selama dibuka fungsional, pemerintah belum menarik tarif bagi masyarakat. Jalan tol akan digratiskan hingga akhir masa liburan tahun baru pada Januari 2020 nanti. Ia berharap tarif jalan tol layang ini akan sama dengan tarif jalan tol di bawahnya.

    5. Golongan tertentu
    Setelah jalan dibuka, Budi Karya mengatakan kendaraan yang dapat masuk tol layang hanya golongan 1 non-bus. Kecepatan laju kendaraan pun dibatasi antara 60-80 kilometer per jam dengan pengawasan Electronic Law Enforcement.

    “Kami juga sudah menyiapkan CCTV di beberapa titik. Jadi bagi pengendara yang melebihi batas kecepatannya akan dikenakan sanksi pada saat keluar dari jalan tol. Kami juga sudah menyiagakan petugas di setiap 4 kilometer,” ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!