Kala Erick Thohir dan Tomy Winata Semeja di Acara Menara Syariah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah menteri dan pengusaha menghadiri pemancangan perdana Menara Syariah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Ahad malam, 8 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Sejumlah menteri dan pengusaha menghadiri pemancangan perdana Menara Syariah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Ahad malam, 8 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir tampak bergegas memasang sepatunya selepas salat di salah satu musala di Swissotel Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Erick yang pada malam itu mengenakan batik lengan panjang berwarna ungu, langsung menuju ke ruangan Grand Ballroom, tempat seremoni pemancangan perdana Menara Syariah Pantai Indah Kapuk dilaksanakan.

    Erick pun duduk di barisan depan, satu meja dengan Bos Artha Graha Group, Tomy Winata. Pada malam itu, pendiri Mahaka Group itu bukanlah satu-satunya menteri di sana. Tampak Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Agama Fachrul Razi.

    Pejabat lainnya yang disebut hadir pula pada malam hari itu adalah Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman, Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis, Panglima Tentara Nasional Indonesia  Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

    Adapun pada jajaran pengusaha tampak Pengusaha Sugianto Kusuma, Presiden Direktur Agung Sedayu Nono Sampono, CEO Agung Sedayu Richard Kusuma, Presiden Direktur Nikko Indonesia Harijanto Solichin, serta Executive chairman Matrix Concepts Holdings Berhad Dato Haslah.

    Dalam kesempatan itu, Luhut hadir mewakili Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya, Luhut mengucapkan selamat atas pemancangan perdana itu. Di samping ia mendukung Agung Sedayu Group dan Salim Group melanjutkannya dengan membangun kawasan pusat keuangan syariah internasional di sana.

    "Dengan kehadiran Kapolri dan bapak-bapak menteri, lalu Panglima TNI dan pejabat lainnya pada hari ini sangat menggembirakan, menunjukkan kekompakan kita republik ini membuat Indonesia lebih baik ke depan," ujar Luhut di Swissotel Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Ahad malam, 8 Desember 2019.

    Di samping kehadiran para pejabat di sana, Presiden Joko Widodo pun memberikan sambutan dalam bentuk video yang diputarkan di layar monitor. Jokowi mengatakan pemancangan perdana Menara Syariah itu menunjukkan hubungan dua negara bertetangga Indonesia - Malaysia.

    Pasalnya, pembangunan itu memang merupakan kerja sama antara perusahaan dari dua negara. "Semoga pembangunan ini bisa meningkatkan kerja sama dua negara, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung iklim investasi di Indonesia," tutur Jokowi.

    Peletakan batu pertama alias groundbreaking pembangunan infrastruktur dari gedung kembar Menara Syariah dilaksanakan pada Ahad petang, 8 Desember 2019, mulai pukul 18.00 WIB.

    "Ini adalah awal dari megaproyek kawasan pusat keuangan syariah internasional di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara," kata Presiden Direktur Agung Sedayu, Nono Sampono.

    Menara kembar itu bakal berdiri di atas lahan seluas sekitar 4 hektare, bagian dari keseluruhan kawasan Pusat Keuangan Syariah Internasional yang seluas 23,5 hektare. Pembangunan dua menara itu akan membutuhkan waktu sekitar 20 bulan dan menelan biaya Rp 3,5 triliun.

    Gedung tersebut nantinya akan menampung sekitar 5.000 orang karyawan. Adapun masing-masing gedung akan memiliki ketinggian 29 lantai perkantoran, serta akan memiliki fasilitas ritel di tengahnya. Menara Syariah tersebut didesain oleh desainer dari DP Architecs Ltd, yang berpengalaman merancang gedung sejenis di Timur Tengah.

    Dana pembangunan menara kembar itu antara lain, dari investor dalam negeri, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses -- kerja sama dua konglomerat Agung Sedayu Group dan Salim Group. Selain itu ada pula PT Fin Centerindo, serta investor Malaysia, Matrix Concepts Holdings Berhad. Di samping itu, PT Nikko Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penasehat keuangan.

    Agung Sedayu Group dan Salim Group juga menggandeng sejumlah investor mancanegara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Sebab, keseluruhan Kawasan Keuangan Syariah Internasional itu akan membutuhkan investasi US$ 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun dan jangka waktu 10 tahun.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.