Avtur Tak Lagi Dimonopoli Pertamina, PHRI: Harga Bisa Kompetitif

Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyambut baik rencana pemerintah untuk membuka kesempatan perusahaan swasta menjual bahan bakar pesawat atau avtur di Indonesia. Hal tersebut dinilai akan berdampak positif dalam peningkatan daya saing.

Pasalnya, saat ini penjualan avtur masih dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero). Dengan kehadiran pihak swasta, Hariyadi mengatakan akan terjadi persaingan harga yang membuat pasar avtur menjadi lebih kompetitif.

Hal ini yang diharapkan bakal berdampak pada penurunan harga tiket pesawat yang merupakan komponen utama dalam industri pariwisata Indonesia. Saat ini harga tiket pesawat di Indonesia tidak kompetitif. Penerbangan berdurasi satu hingga dua jam pada low cost carrier (LCC) di Indonesia masih terbilang mahal bila dibandingkan dengan rute yang sama di wilayah ASEAN atau Eropa juga.

“Saat tidak ada kompetisi, harga (tiket) akan jadi mahal. Ini menjadi tidak adil, karena nanti yang dirugikan adalah masyarakat,” kata Hariyadi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada pekan ini. "Sama-sama penerbangan 1-2 jam LCC (low cost courier), kita lebih mahal. Di mana tidak ada kompetisi," tambahnya.

Adapun hingga kini, sudah ada dua perusahaan yang diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk ikut menjual avtur di Indonesia, yakni  PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum (BP). Namun, kata Hariyadi, hingga kini rencana tersebut belum juga terealisasi lantaran terganjal kesepakatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia mengeluhkan proses kedatangan perusahaan baru terjadi pada sektor ini. Padahal, dirinya telah menyampaikan keluhan ini sejak Februari 2019. "Selama ini terus dihambat, saya duga ada yang mengganjal dari pihak BUMN,” kata Hariyadi tanpa menyebut BUMN yang dimaksud.

Sebelumnya, pemerintah akan mewujudkan setidaknya ada dua operator yang bisa memasok avtur di Indonesia guna menciptakan harga yang terjangkau. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan pemasok avtur tidak bisa hanya dilayani oleh satu pemain.

Ia menyebutkan perlu ada pemain baru agar terjadi kompetisi, sehingga dapat bersaing dalam menciptakan efisiensi. "(Pemasok) avtur nggak mungkin satu. Nanti kami lihat, paling tidak dua lah, jangan satu," katanya, Selasa, 3 Desember 2019.

Luhut menambahkan akan membahas masalah avtur tersebut bersama para pemangku kepentingan. Operator avtur juga diminta untuk melakukan efisiensi biaya operasional agar harga jualnya bisa diturunkan.

Lebih jauh Luhut juga mempertanyakan harga avtur yang dijual di negara lain bisa lebih murah dibandingkan dengan di Tanah Air. Adapun, selisih harga avtur nasional dengan Singapura mencapai 35 persen.

BISNIS






Penerbangan Internasional Padang - Kuala Lumpur Kembali Dibuka Hari Ini

1 hari lalu

Penerbangan Internasional Padang - Kuala Lumpur Kembali Dibuka Hari Ini

Pada penerbangan internasional perdana itu sebanyak 135 penumpang tiba dari Malaysia dan 105 orang berangkat dari Padang menuju Kuala Lumpur.


Luhut 'Ajari' BSSN Hadapi Ancaman Serangan Siber Bjorka dkk

2 hari lalu

Luhut 'Ajari' BSSN Hadapi Ancaman Serangan Siber Bjorka dkk

Luhut juga memperingatkan jangan ada orang di BSSN yang berpolitik.


Luhut Ulang Tahun ke-75, Bersyukur dan Sampaikan Nasihat

3 hari lalu

Luhut Ulang Tahun ke-75, Bersyukur dan Sampaikan Nasihat

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rasa syukurnya karena telah diberikan kepercayaan oleh Jokowi selama 8 tahun.


Luhut Ingin Perikanan RI Masuk 5 Besar Dunia, Cara Healing di Tengah Ancaman Resesi

4 hari lalu

Luhut Ingin Perikanan RI Masuk 5 Besar Dunia, Cara Healing di Tengah Ancaman Resesi

Berita terkini hingga petang ini dimulai dari pernyataan Menteri Luhut soal sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang harus masuk lima besar dunia.


Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

4 hari lalu

Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

Luhut mengatakan laut Indonesia yang seluas 6,4 juta kilometer persegi dan berada di posisi geostrategis sangat menguntungkan.


Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

4 hari lalu

Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

Hari ini 28 September 2022, Luhut Binsar Pandjaitan genap berusia 75 tahun. Berikut jejak karier Menkomarinves ini di militer, politik, dan bisnis.


Terkini Bisnis: Pedagang Pasar Keluhkan Mendag Banyak Pencitraan, RI Dianggap Super Power

4 hari lalu

Terkini Bisnis: Pedagang Pasar Keluhkan Mendag Banyak Pencitraan, RI Dianggap Super Power

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu siang dimulai dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memberikan sorotan tajam terhadap Mendag.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

4 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


F1 H2O 2023 di Danau Toba, PUPR Akan Bangun Akses dan Infrastruktur Pendukung

4 hari lalu

F1 H2O 2023 di Danau Toba, PUPR Akan Bangun Akses dan Infrastruktur Pendukung

PUPR akan mendukung gelaran Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1 H2O) yang digelar di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 24-26 Februari 2023.


F1 H20 2023 di Danau Toba, Luhut: Kontrak 5 Tahun, Bisa Seperti Mandalika

4 hari lalu

F1 H20 2023 di Danau Toba, Luhut: Kontrak 5 Tahun, Bisa Seperti Mandalika

Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1 H20) di Danau Toba, Sumatera Utara, merupakan langkah yang bagus.