Tujuh Agen Perjalanan Patungan Biayai Umrah Korban First Travel

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasehat Hukum Pitra Romadoni Nasution (tengah), Korban penipuan Aisyah (kiri), Korban penipuan Wiji (kanan) menunjukkan surat pengaduan kepada awak media di Kejaksaan Agung, Jakarta Selasa, 3 Desember 2019. Alasan penolakan tersebut karena gugatan besar kerugian dianggap tidak sesuai dengan yang bisa dibuktikan di persidangan. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Penasehat Hukum Pitra Romadoni Nasution (tengah), Korban penipuan Aisyah (kiri), Korban penipuan Wiji (kanan) menunjukkan surat pengaduan kepada awak media di Kejaksaan Agung, Jakarta Selasa, 3 Desember 2019. Alasan penolakan tersebut karena gugatan besar kerugian dianggap tidak sesuai dengan yang bisa dibuktikan di persidangan. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh pengusaha agen perjalanan umrah berinisiatif memberangkan korban First Travel berangkat ke Tanah Suci. Para pengusaha perjalanan umrah yang tergabung dalam Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) itu memberangkatkan 1.000 jemaah korban penipuan First Travel.

    "Kami tujuh pengusaha agen perjalanan umrah menginisiasi gerakan #savetheirumra, yang bertujuan memberangkatkan jemaah korban penipuan First Travel," ujar Ketua Pembina #savetheirumra, Fuad Hasan Mansyur, di Jakarta, Kamis, 5 Deseber 2019.

    Jumlah korban penipuan keseluruhan mencapai 63.000 jemaah. Untuk tahap awal, pihaknya akan memberangkatkan sebanyak 1.000 jemaah yang menjadi korban penipuan. Melalui gerakan tersebut, pihaknya juga menggalang bantuan dari berbagai kalangan untuk memberangkatkan para korban penipuan tersebut.

    "Kami akan berkoordinasi, dengan para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat. Juga dengan koordinator korban penipuan untuk verifikasi data dan membuat daftar prioritas layak umrah yang perlu dibantu," ujar Fuad.

    Dengan gerakan tersebut Fuad berharap dapat mengetuk hati pemangku kepentingan, pengusaha, juga masyarakat untuk membantu menyukseskan gerakan tersebut.

    Ketua gerakan #savetheirumra Ali M Amin mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim yang akan mendata serta menvalidasi korban penipuan perusahaan umrah tersebut. "Tim ini nantinya yang akan mendata dan menvalidasi, siapa saja korban penipuan yang diprioritaskan untuk diberangkatkan umrah lebih dulu," kata Ali.

    Ali menambahkan pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk pengusaha penyedia jasa hotel dan penerbangan di Arab Saudi. Hal itu bertujuan untuk membantu agar korban penipuan tersebut bisa melangsungkan ibadah umrah.

    Untuk penyelenggaraan ibadah umrah sendiri, kata Ali, lebih cepat dibandingkan umrah reguler yang biasanya sembilan hari menjadi tujuh hari. Meski singkat, Ali menjamin para korban penipuan tersebut bisa melangsungkan ibadah dengan baik. "Untuk keberangkatan tahap awal, akan dilakukan pada musim umrah tahun ini," ujarnya.

    Ali berharap semakin banyak pihak yang membantu para korban penipuan First Travel. Dengan begitu semakin banyak pula jemaah yang bisa mewujudkan mimpinya beribadah ke Tanah Suci.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.