Alasan DAMRI Prediksi Penumpang Natal dan Tahun Baru Melonjak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Damri akan melayani penumpang dari Terminal Giwangan ke Bandara Kulon Progo. Dok Terminal Giwangan

    Bus Damri akan melayani penumpang dari Terminal Giwangan ke Bandara Kulon Progo. Dok Terminal Giwangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) memprediksi lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru 2020 lebih tinggi dari tahun sebelumnya karena harga tiket pesawat yang masih tinggi.

    Kepala Divisi Operasi DAMRI Suyanto menjelaskan lonjakan penumpang pada Natal dan Tahun Baru 2020 berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya. "Ini karena harga tiket pesawat masih dirasa terlalu mahal untuk penumpang, sehingga penumpang lebih memilih moda angkutan darat," katanya kepada Bisnis.com, Minggu, 1 Desember 2019.

    Dia menuturkan potensi penumpang dibandingkan dengan tahun sebelumnya dapat melonjak sebesar 11 persen. Menghadapi lonjakan tersebut, terangnya, terdapat 4 hal utama yang disiapkan, yakni menyiapkan petugas satuan tugas di setiap titik check point, mengoptimalkan bus Siap Guna Operasi (SGO) yan handal.

    Selain itu, DAMRI menawarkan sinergi BUMN untuk kegiatan mudik Natal dan Tahun Baru 2020 menggunakan bus DAMRI. "Memasarkan semua lintasan yang dimiliki DAMRI melalui online ticketing seperti, DAMRI Apps, Traveloka, dan agen-agen yang sudah melakukan kontrak kerjasama dengan DAMRI," katanya.

    Dia bercerita terdapat sejumlah daerah yang trayeknya akan terkena dampak Natal dan Tahun Baru dengan lonjakan cukup tinggi yakni Sumatera untuk trayek Jakarta-Bandar Lampung dan Kalimantan trayek Pontianak-Nangapinoh serta trayek Pontianak-Putussibau.

    Untuk Jawa yaitu trayek Jakarta-Wonosobo, Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Purworejo, dan Jakarta-Yogyakarta

    Dia meminta agar pengaturan lalu lintas benar-benar dilakukan agar tidak terjadi kemacetan dan segera direalisasikan ruas tol elevated Jakarta-Cikampek saat Natal dan Tahun Baru. "Jika ruas tol Jakarta-Cikanpek masih dalam pembangunan disarankan menggunakan metode contra flow," katanya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!