Jadi Komut Pertamina, Ahok Diminta Bereskan Masalah Kilang Minyak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, Achmad Baidowi, meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera membereskan masalah kelanjutan kilang minyak setelah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero. Saat ini, sejumlah proyek kilang yang digarap perusahaan minyak negara itu tak jelas.

    “Ahok harus memastikan bagaimana pembentukan kilang minyak. Saudara Ahok ini kan jeli dalan hal pengawasan,” ujar Achmad saat dihubungi Tempo, Senin, 25 November 2019.

    Kementerian BUMN dan Istana sebelumnya juga membebankan persoalan serupa kepada Ahok. Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir menganggap Ahok mampu memperbaiki kondisi ini. “Kami perlu figur pendobrak,” kata Erick di Istana Negara akhir pekan lalu.

    Sumber Tempo menyatakan kelanjutan proyek pengembangan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan alias RDMP yang menjadi mandat perusahaan itu belakangan memang kurang memuaskan Istana. RDMP Cilacap menjadi salah satu contohnya. Saat ini, kelanjutan proyek itu masih sumir. Kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco yang dimulai empat tahun lalu pun maju-mundur. 

    Selain soal kilang, Ahok ditugasi untuk membereskan masalah ekspor dan impor minyak. DPR meminta Ahok menekan keran impor minyak yang saat ini dinilai masih tinggi.

    Ahok rencananya ditabalkan sebagai Komisaris Utama Pertamina hari ini. Ia akan dilantik langsung oleh Erick Thohir. Ahok dikabarkan dilantik di kantor Kementerian BUMN pukul 10.00 WIB. Kabar pelantikan itu dibenarkan oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya meminta Pertamina mempercepat pengembangan kilang minyaknya agar bisa selesai tepat waktu. Hal ini seiring dengan kebutuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terus membumbung. Saat ini, dari empat proyek pengembangan, baru dua yang sudah bergulir, yaitu Kilang Balikpapan dan Kilang Cilacap.

    Arifin mengakui proyek kilang yang digarap bersama Saudi Aramco memang harus dikebut. Ia pun menyatakan siap mendorong dan memberikan dukungan kepada Pertamina agar proyek kilang ini cepat selesai.

    MAJALAH TEMPO | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.