Selain Gedung, Pemerintah Asuransikan Jalan, Jembatan dan Bandara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skybridge di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Stasiun LRT Velodrome dan Halte TransJakarta Pemuda tersebut telah mencapai 98 persen dan ditargetkan akan rampung akhir bulan ini.  ANTARA

    Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skybridge di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Stasiun LRT Velodrome dan Halte TransJakarta Pemuda tersebut telah mencapai 98 persen dan ditargetkan akan rampung akhir bulan ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh infrastruktur, seperti jalan, jembatan, hingga bandara, akan ditanggung oleh asuransi. Tujuannya agar infrastruktur tersebut bisa langsung diperbaiki atau dibangun kembali ketika hancur oleh bencana alam.

    “Jangka penjangnya seperti itu,” kata Direktur Barang Milik Negara, Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.

    Asuransi infrastruktur merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah diteken antara Ditjen Kekayaan Negara dan 56 perusahaan asuransi. 56 perusahaan ini tergabung dalam Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (BMN). 

    Untuk tahap pertama, pemerintah baru akan mendaftarkan gedung pemerintah ke konsorsium. Targetnya, semua gedung kementerian dan lembaga bisa ditanggung asuransi hingga 2023. Setelah itu, barulah masuk ke infrastruktur.

    Tahun ini, 1.360 gedung Kemenkeu menjadi uji coba pertama. Nilai asetnya mencapai Rp 10,84 triliun. Adapun premi yang harus dibayarkan oleh negara yaitu sekitar 0,19 persen dari nilai aset tersebut, yaitu Rp 21 miliar.

    Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kemenkeu, Isa Rachmatawarta, mengatakan terobosan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko. “Jadi kalau ada bencana, bisa cepat direhabilitasi,” kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.