Ahok Jadi Pejabat BUMN, Erick Thohir: Kami Butuh Figur Pendobrak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok waktu resmi bebas dijemput keluarga dari Rutan Mako Brimob, Depok, Kamis pagi, 24 Januari 2019. Foto: Ima Mahdiah

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok waktu resmi bebas dijemput keluarga dari Rutan Mako Brimob, Depok, Kamis pagi, 24 Januari 2019. Foto: Ima Mahdiah

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan perusahaan-perusahaan pelat merah membutuhkan figur pendobrak. Sebabnya mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, masuk seleksi calon pejabat BUMN.

    "Kami butuh figur yang bisa jadi pendobrak. Nggak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kami harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis,l 14 November 2019.

    Erick enggan membeberkan di mana Ahok bakal menjabat. Namun dia memberi petunjuk jika tugasnya nanti adalah menekan impor energi dan membuka lapangan kerja.

    Saat ditanya apakah Ahok bakal berada di PT Pertamina, Erick menghindar. "Saya enggak bisa komen," ucap dia.

    Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Ahok bisa menduduki kursi Komisaris Utama atau Direktur Utama di BUMN. "Bisa dua-duanya tapi pakai proses seleksi, masih dalam proses," ujarnya.

    Menurut Jokowi, Ahok masuk radar karena kiprahnya yang dikenal baik. "Kita tahu kinerjanya Pak Ahok jadi ini masih dalam proses seleksi," tuturnya.

    Ahok terlihat mendatangi Kementerian BUMN, Rabu 13 November 2019. Saat ditemui media, ia mengatakan habis bertemu dengan Erick dan diminta untuk menjabat di salah satu BUMN.

    Ia menyatakan siap untuk dilibatkan dalam pengelolaan BUMN. "Saya kalau untuk bangsa, negara, saya pasti bersedia," ujar Ahok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.