Jokowi ke Korea, Jemput Investasi Rp 14 Triliun dari Hyundai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan), didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), berjalan menuju ruangan pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. Presiden Jokowi membuka Our Ocean Conference 2018, yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan), didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), berjalan menuju ruangan pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. Presiden Jokowi membuka Our Ocean Conference 2018, yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan Hyundai di Korea Selatan pada 25 November 2019..

    "Mereka akan meneken perjanjian bahwa mau masuk (invetasi ke Indonesia), jadi Presiden Jokowi berangkat tanggal 24 November 2019 dan ditandatangani pada 25 November," ujar Luhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 13 November 2019. Dengan demikian, perusahaan asal negeri ginseng itu dipastikan masuk ke Tanah Air dalam waktu dekat.

    Kata Luhut, Hyundai sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun pada industri mobil listrik. Nantinya, pabrik mobil bertenaga setrum akan berlokasi di sekitar Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. "Ada lahan 600 hektare di sana."

    Ia mengatakan di masa mendatang industri mobil listrik itu bisa menyerap banyak produk komoditas dalam negeri untuk diolah menjadi perangkat. Luhut mengatakan telah meminta Hyundai untuk menggunakan bahan baku  carbon steel produksi kawasan industri di Morowali.

    Selain itu, industri mobil listrik juga diharapkan bisa menyerap produksi karet Tanah Air. Ia memang kerap mendorong pelbagai industri, misalnya pesawat hingga mobil, agar menggunakan karet untuk ban dari produksi lokal. "Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia bakal pakai ban dari karet kita," ujar Luhut.

    Belum lagi, kata Luhut, kalau nanti pabrik baterai juga ikut berdiri di Tanah Air. "Ibu Siti (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan limbah nickel ore bisa diproses," ujar dia. Ia mengatakan akan ada investasi masuk sebesar US$ 1,8 miliar untuk itu. "Lebih hebat lagi kalau sudah ada teknologi recycle, maka pengambilan nikel kita ke depan juga bisa berkurang."

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.