Edhy Prabowo: Nelayan Melanggar, Jangan Langsung Dipidana

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengamati suasana Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Dalam kunjungannya, Menteri Edhy Prabowo berjanji akan memperbaiki komunikasi antara pemerintah dengan nelayan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi seperti perizinan, alat tangkap dan kapal. ANTARA

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengamati suasana Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Dalam kunjungannya, Menteri Edhy Prabowo berjanji akan memperbaiki komunikasi antara pemerintah dengan nelayan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi seperti perizinan, alat tangkap dan kapal. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, nelayan harus diberikan tempat khusus, jangan sampai dimusuhi terutama oleh petugas Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Batam. "Saya meminta petugas PSDKP ikut membela nelayan jangan sampai memusuhi nelayan," kata Edhy saat kunjungan ke Kota Batam, Rabu, 13 November 2019. 

    Bahkan ketika nelayan melakukan pelanggaran Edhy meminta, petugas PSDKP melakukan pembinaan tidak langsung dipidana. "Kalau ada yang salah jangan langsung dipidana, dibina dulu," katanya.

    PSDKP, menurut Edhy, harus menjadi tempat mengadu bagi nelayan yang mengalami masalah di Kota Batam. Namun begitu, petugas PSDKP juga harus ditakuti bagi pencuri-pencuri ikan di perairan Indonesia. "Sejengkal air harus dijaga untuk kedaulatan negara dan warisan untuk anak cucu kita," kata dia. 
     
    Kunjungan Edhy ke Kota Batam adalah menghadiri apel pagi PSDKP Kota Batam, setelah itu mengunjungi para awak kapal yang melakukan illegal fishing, setelah itu meninjau beberapa lokasi budidaya ikan, dan lainnya. 
     
    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Kerja Susi Pudjiastuti meminta KKP tetap berfokus kepada pengelolaan laut dan sumber daya bahari yang ada di Indonesia. Ia mengatakan akan meninggalkan pesan yang tidak akan pernah dilupakan.

    "Saya berharap kepada kalian semua, saya meninggalkan pesan yang tidak mungkin dilupakan. Saya yakin momen-momen lima tahun itu, mungkin ada yang tidak berkenan, ada yang mengesalkan. Namun, saya timbang lebih banyak baiknya daripada jeleknya," kata Susi saat memberikan sambutan Dua Dekade KKP di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, 18 Oktober 2019.

    Susi Pudjiastuti saat itu berpesan kepada seluruh jajarannya untuk terus memerangi illegal fishing yang saat ini telah berhasil dikurangi. Menurut dia, komitmen untuk terus memerangi pencurian ikan itu merupakan tugas berat yang harus terus diperjuangkan.

    "Ilegal fishing telah diperangi oleh KKP. Lanjutkan! Karena kalau tidak, maka kita akan kembali ke zaman dulu lagi. Berdaulat, berkelanjutan dan yang terakhir Kesejahteraan, ini tugas yang paling berat, karena di situ banyak kepentingan," kata Susi Pudjiastuti.

    EKO WAHYUDI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.