Produsen Bir Bintang Tebar Dividen Rp 99 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia (Persero) Tbk saat meresmikan ekspor perdana bir Bintang ke Korea Selatan di kawasan PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Tbk, Tangerang, Banten, 14 Mei 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia (Persero) Tbk saat meresmikan ekspor perdana bir Bintang ke Korea Selatan di kawasan PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Tbk, Tangerang, Banten, 14 Mei 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Multi Bintang Indonesia Tbk. akan membagikan dividen interim senilai total Rp 99,03 miliar atau Rp 47 per saham. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 4 November 2019, Manajemen Multi Bintang Indonesia memutuskan untuk membagikan dividen interim dari laba bersih perseroan per 30 September 2019 senilai Rp47 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 99,03 miliar.

    Dividen interim ini akan dibagikan kepada pemegang 2,11 miliar saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 12 November 2019 pukul 16.00 wib. Adapun, tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 November 2019. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai pada 12 November 2019.

    Pemegang saham akan menerima pembayaran dividen interim pada 27 November 2019. Di sisi kinerja, produsen bir Bintang itu membukukan penjualan bersih Rp 2,46 triliun pada Januari-September 2019, hampir sama dengan raihan Rp 2,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

    Dari situ, MLBI mengemas laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 757,99 miliar, turun tipis dari Rp 799,06 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.